Selasa, 8 Juni 2021

Jadi Perusahaan Supply Chain, Rudy Tanoesoedibjo Bakal Sulap Rugi Zebra Nusantara Jadi Untung


PT Trinity Healthcare (THC) sebagai pemegang saham pengendali DNR Corporation akan memasukan (inbreng) berupa saham kepemilikan THC pada DNR Corporation kedalam PT Zebra Nusantara Tbk (ZBRA), sehingga nantinya DNR Corporation akan menjadi bagian dari ZBRA. Hal ini tentu saja akan mengubah wajah bisnis ZBRA dari perusahaan yang bergerak di bidang transportasi taksi menjadi perusahaan yang menyediakan rantai pasok yang terintegrasi dari hulu ke hilir (integrated end-to-end supply chain).

Berdasarkan data Keterbukaan Informasi, DNR Corporation sendiri merupakan perusahaan yang didirikan sejak tahun 1963, yang pada awalnya memiliki kegiatan usaha yang bergerak dalam bidang perdagangan besar makanan dan minuman lainnya, perdagangan besar alat laboratorium, farmasi dan kedokteran, perdagangan besar farmasi, perdagangan besar kosmetik, perdagangan besar obat tradisonal dan distribusi.

Namun seiring berjalannya waktu, DNR Corporation mampu mengembangkan konsep integrated end-to-end supply chain solution untuk menjawab tantangan dalam hal memenuhi kebutuhan masyarakat melalui kelima anak perusahaan yang dikenal dengan MTG, DNR Distribusi, iStore iSend Indonesia, DPORT, dan BIG. Kelima inti bisnis anak perusahaan DNR Corporation inilah yang nanti akan menjadi inti usaha ZBRA dalam menjalankan dan mengembangkan bisnis usahanya.

Baca Juga: Rombak Jajaran Petinggi, Zebra Nusantara Sepakat Kembangkan Bisnis DNR

“Sistem, jaringan serta infrastruktur DNR Corporation yang tersebar dari Aceh sampai dengan Merauke ditambah sumber daya manusia yang professional merupakan keunggulan DNR Corporation, yang mana hal ini sudah teruji mengingat eksistensi DNR Corporation yang sudah sekitar 58 tahun menjalankan bisnisnya,†kata Rudy Tanoesoedibjo Direktur Utama PT DNR Corporation, dalam keterangan resmi di Jakarta, Selasa (8/6/2021).

Rudy mengunngkapkan bila sisi lain yang menjadi perhatian penting, khususnya bagi para investor adalah dari sisi pelaporan keuangan antara ZBRA dengan DNR Corporation.ZBRA mencatat besaran revenue sebesar kurang lebih Rp15,7 miliar di tahun 2020, pendapatan usaha bersih (revenue) ZBRA yang berhasil dicatatkan mengalami penurunan dari tahun sebelumnya Rp14,7 miliar.

“Angka inilah yang membuat performa ZBRA di pasar bursa efek Indonesia memunculkan istilah ekuitas negatif, namun perlu diingat ekuitas negatif sebagaimana dimaksud terjadi pada saat ZBRA masih menjalankan bisnis transportasi taksi,†ungkapnya.

Baca Juga: Move On dari Bisnis Gas dan Taxi, Rudy Tanoeseodibjo Bakal Sulap ZBRA Jadi Perusahaan . . .

Sementara itu, untuk laporan keuangan DNR Corporation pada sepanjang tahun 2020, DNR Corporation berhasil meningkatkan nilai tersebut dengan omset kotor Rp4,3 Triliun Rupiah dan pendapatan (revenue) sekitar kRp3,8 Triliun.“Hal ini jelas menimbulkan keyakinan dan optimistis bagi bisnis DNR Corporation kedepan, khususnya ditengah situasi pandemi COVID-19 saat ini,â€tambah Rudy.

Menurutnya, melihat laporan keuangan DNR Corporation yang terus menunjukkan peningkatan ditambah nilai ekuitas yang dimiliki DNR Corporation yakni sekitar RP1,1 triliun serta nilai aset sekitar Rp2,7 triliun, menjadi modal awal untuk ZBRA dibawah manajemen baru untuk mengkonsolidasikan Laporan Keuangan perseroan ZBRA dengan Laporan Keuangan DNR.

Jababeka industrial Estate

“Sehingga dengan adanya hal ini akan akan memberikan pengaruh positif bagi perseroan dan merubah performa ZBRA yang tercatat di pasar bursa selama ini dari ekuitas negatif menjadi ekuitas positif,†tutup Rudy.

Sumber : Investing.com

Komentar

mood_bad
  • Belum ada komentar.
  • Tambahkan komentar

    BACAAN TERKAIT