Pasar Saham Eropa Melemah Jelang Publikasi Tinjauan Strategi ECB

  • Bagikan
pasar saham eropa melemah jelang publikasi tinjauan strategi ecb 60e6ae8cf2955.jpeg
pasar saham eropa melemah jelang publikasi tinjauan strategi ecb 60e6ae8cf2955.jpeg

Oleh Peter Nurse

Finroll.com – Pasar saham Eropa tampaknya akan dibuka di zona merah pada Kamis (08/07) petang menjelang publikasi tinjauan strategi ECB.

Pada pukul 14.04 WIB, DAX futures Jerman jatuh 1,02% ke 15.538,5, CAC 40 futures Prancis melemah 1,03% di 6.460,0 dan FTSE 100 futures Inggris turun 0,92% di 7.013,8 menurut data Investing.com. Begitu pula, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 0,17% di 6.033,97 pukul 14.18 WIB.

Pasar saham di Asia sebagian besar bergerak melemah pada Kamis imbas aksi jual yang berkepanjangan di saham-saham teknologi di tengah kekhawatiran atas larangan peraturan China serta meningkatnya kasus virus Covid-19.

Sentimen negatif ini diperkirakan akan membebani pasar Eropa pada awal perdagangan, bahkan setelah kenaikan sehat hari Rabu. DAX ditutup menguat 1,2%, CAC 40 naik 0,3% dan FTSE 100 berakhir naik 0,7% setelah Federal Reserve mengatakan dalam {{ecl terbaru -108||risalah rapat kebijakan}} bahwa lebih banyak bukti pemulihan ekonomi yang kuat akan diperlukan untuk menetapkan batas waktu pengurangan aset.

Kembali ke Eropa, Bank Sentral Eropa (ECB) akan mengumumkan hasil dari tinjauan strategi 18 bulan pada pukul 1100 GMT, diikuti oleh konferensi pers yang akan dilakukan oleh Presiden ECB Christine Lagarde pada pukul 1230 GMT.

Bank sentral diperkirakan akan menaikkan target inflasinya menjadi 2%, target yang lebih eksplisit daripada frasa yang digunakan sebelumnya, “di bawah, tetapi mendekati, 2% dalam jangka menengah”, serta ada indikasi target ini sesuai.

Data di Eropa termasuk angka perdagangan Jerman, tetapi angka pengangguran mingguan AS mungkin akan menjadi sorotan ekonomi. Klaim pengangguran awal kemungkinan turun menjadi 350.000 minggu lalu, dari 364.000 minggu sebelumnya.

Dalam berita perusahaan, Suedzucker (DE:SZUG), produsen gula terbesar di Eropa, melaporkan pendapatan kuartal pertama yang mengecewakan akibat dampak penurunan ekonomi dari pandemi virus corona, tetapi perusahaan memperkirakan keuntungan akan meningkat pada tahun keuangan penuhnya.

Sementara, harga minyak kembali turun selama tiga sesi berturut-turut, di tengah berlanjutnya ketidakpastian atas tingkat produksi OPEC+ di masa depan setelah mencuatnya perselisihan pandangan menghentikan perundingan awal pekan ini.

Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak dan negara mitra lainnya, yang dikenal sebagai OPEC+, diperkirakan akan meningkatkan produksi untuk menyeimbangkan pasar seiring meningkatnya permintaan sebelum terjadi perselisihan antara anggota senior Arab Saudi dan Uni Emirat Arab.

Bukti peningkatan permintaan di AS datang pada Rabu malam setempat. American Petroleum Institute (API) melaporkan penurunan stok hampir 8 juta barel minggu lalu, sebagian besar menyamai penurunan 8,2 juta barel yang tercatat selama periode minggu sebelumnya..

Data pasokan minyak WTI dari Badan Informasi Energi (EIA) AS akan dirilis di kemudian hari.

Pada pukul 14.15 WIB, harga minyak mentah berjangka AS terus turun 0,28% di $72,00 per barrel dan harga minyak Brent turun 0,29% di $73,22  per barel.

Selain itu, harga emas berjangka juga turun 0,09% ke $1.800,45 per troy ons dan EUR/USD naik 0,12% di 1,1803.

Sumber : Investing.com

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

-->