Jumat, 9 April 2021

Saham Asia Mayoritas Turun, Investor Fokus Pernyataan Lanjutan Fed


Oleh Gina Lee

Finroll.com – Saham-saham di Asia Pasifik mayoritas beranjak turun pada Jumat (09/04) pagi seiring langkah investor terus meninjau jaminan Federal Reserve AS bahwa pemulihan ekonomi dapat dicapai tanpa memicu inflasi yang tak terkendali.

Shanghai Composite China turun 0,74% ke 3.456,78 pukul 10.29 WIB dan Shenzhen Component melemah 1,20% di 13.822,10 menurut data Investing.com. Data indeks harga konsumen dan pembeli untuk bulan Maret yang dirilis sebelumnya mencatatkan hasil yang lebih baik dari perkiraan di mana CPI menyusut 0,5% bulan ke bulan dan tumbuh sebesar 0,4% tahun ke tahun sedangkan PPI tumbuh sebesar 4,4% tahun ke tahun.

Di Indonesia, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 0,53% ke 6.103,90 pukul 10.39 WIB.

Indeks Hang Seng Hong Kong bergerak turun 0,96% ke 28.736,87 pukul 10.32 WIB.

Nikkei 225 Jepang menguat 0,26% di 29.785,50, sementara KOSPI Korea Selatan turun 0,21% di 3.136,65 dan di Australia, ASX 200 turun 0,19% ke 6.985,40.

Ketua Fed Jerome Powell mengisyaratkan selama acara Dana Moneter Internasional (IMF) pada hari Kamis bahwa bank sentral sama sekali tidak mengurangi dukungannya untuk ekonomi AS. Ia juga mengatakan bahwa meskipun pembukaan kembali ekonomi dapat mengakibatkan lonjakan harga sesaat, namun itu bersifat sementara dan bukan merupakan inflasi.

Meskipun komentar tersebut menunjukkan komitmen Fed atas kebijakan dovish untuk saat ini, Powell menambahkan Fed akan bereaksi jika ekspektasi inflasi mulai “bergerak terus-menerus dan mendasar” di atas tingkat yang dapat ditoleransi.

Sementara itu, imbal hasil obligasi acuan AS tenor 10 tahun kembali naik 0,29% di 1,637 sampai pukul 10.27 WIB setelah komentar dari kolega Powell, Wakil Presiden Eksekutif Fed New York Lorie Logan, juga mendorong pembicaraan tentang peningkatan pembelian Fed dalam obligasi tenor 20 tahun yang kemudian berkinerja lebih baik.

Data klaim pengangguran mengecewakan yang dirilis pada hari Kamis mengindikasi bahwa pemulihan ekonomi dari COVID-19 masih jauh dari kata selesai. Data menyebutkan jumlah klaim tak terduga naik menjadi 744.000, lebih dari 680.000 klaim menurut perkiraan yang disiapkan oleh Investing.com dan 728.000 klaim yang diajukan selama minggu sebelumnya.

Jababeka industrial Estate

“Klaim pengangguran mengatur nada untuk pasar yang kemungkinan tidak sekuat yang dipikirkan orang dan kita masih jauh dari pemulihan,” tandas kepala strategi investasi Inverness Counsel Tim Ghriskey kepada Reuters.

Investor lain memberikan nada yang lebih optimis.

“Banyak investor khawatir mengenai tren rekor pasar saham, tetapi itu tidak berarti tidak bisa lebih tinggi, dan kondisi ekonomi pasti diatur untuk lingkungan ekuitas yang positif,” ujar direktur pelaksana UBS Global Wealth Management Xi Qiao kepada Bloomberg.

Terkait COVID-19, lebih dari 726 juta suntikan COVID-19 telah diberikan secara global pada 9 April. Namun, beberapa negara termasuk China menghadapi kekurangan pasokan saat mereka terus memvaksinasi populasinya.

Prospek ekonomi AS sangat meningkat tetapi tetap berisiko dari potensi kemunduran dalam ekonomi global karena peluncuran vaksin “belum begitu kuat di banyak negara,” Presiden Fed San Francisco Mary Daly menuturkan kepada Bloomberg.

Sumber : Investing.com

Komentar

mood_bad
  • Belum ada komentar.
  • Tambahkan komentar

    BACAAN TERKAIT