Rabu, 7 April 2021

Saham Berjangka Eropa Menguat Ditopang Harapan Pertumbuhan Global


Oleh Peter Nurse

Finroll.com – Bursa saham berjangka di Eropa menguat pada Rabu (07/04) petang karena prospek ekonomi global semakin cerah dan kawasan ini menunjukkan tanda-tanda dapat mengatasi gelombang terbaru virus Covid-19.

Pada pukul 15.15 WIB, DAX futures Jerman naik tipis 0,06% ke 15.222,0, CAC 40 futures Prancis naik 0,27% di 6.146,8 dan FTSE 100 futures di Inggris naik 0,82% di 6.828,2 menurut data Investing.com.

Dari dalam negeri, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berakhir menguat 0,56% di 6.036,62 pukul 15.28 WIB.

Sentimen investor telah didorong oleh dukungan berkelanjutan dari bank sentral global dan prospek pertumbuhan yang membaik.

Dana Moneter Internasional (IMF) menaikkan perkiraan pertumbuhan global tahun 2021 pada Selasa menjadi 6%, naik dari 5,5% kurang dari tiga bulan lalu, mengutip anggaran belanja publik yang belum pernah ada sebelumnya, terutama di Amerika Serikat.

Namun, prospek Eropa kurang mengesankan. Jerman, negara terbesar di Uni Eropa, hanya terlihat tumbuh 3,6% tahun ini, menurut IMF, lantaran ekonominya menghadapi gelombang infeksi yang berbeda dan tindakan penguncian lanjutan. Selain itu, ada kekhawatiran seputar inisiatif terbaru oleh Euroskeptic Jerman untuk menghentikan Jerman menempatkan senjata keuangannya di belakang rencana pemulihan 750 miliar euro Uni Eropa.

Kebijakan lockdown negara saat ini tampaknya akan berlangsung untuk sementara waktu. Menteri Keuangan Jerman Olaf Scholz menyatakan di CNBC pada hari Selasa bahwa “ini bukan waktunya untuk pembukaan. Ini adalah waktu untuk menjadi sangat tangguh, untuk menekan tingkat infeksi.”

Ada kabar baik terkait virus, Inggris akan mulai meluncurkan program vaksin Moderna (NASDAQ:MRNA) Rabu malam setempat, sekitar dua minggu lebih awal dari yang diperkirakan. Ini akan menjadi vaksin ketiga yang disetujui di Inggris, bersama suntikan dari AstraZeneca (NASDAQ:AZN) dan mitranya Pfizer (NYSE:PFE) dan BioNTech.

Dalam berita perusahaan, Nokia (NYSE:NOK) telah menyelesaikan pertarungan hak paten bertahun-tahun dengan Grup Lenovo China (OTC:LNVGY), pembuat PC terbesar dunia, menyelesaikan semua litigasi yang tertunda di semua yurisdiksi, perusahaan mengatakan pada hari Rabu.

Jababeka industrial Estate

Sementara itu Royal Dutch Shell (AS:RDSa) mengatakan pihaknya memperkirakan dampak senilai hingga $200 juta dari cuaca dingin yang mengganggu kompleks energi di Texas dan negara bagian AS lainnya pada bulan Februari.

Di sisi data, data final indeks manajer pembelian komposit zona euro untuk bulan Maret dijadwalkan akan rilis sesi nanti, dan akan menunjukkan peningkatan.

Harga minyak turun pada hari Rabu petang setelah perkiraan pertumbuhan IMF yang lebih baik serta turunnya persediaan minyak mentah AS minggu lalu.

Data dari badan industri, American Petroleum Institute (API), menunjukkan penurunan 2,6 juta barel untuk pekan terakhir 2 April, lebih besar dari yang diharapkan dan menunjukkan adanya kenaikan permintaan di Amerika Serikat, konsumen bahan bakar terbesar di dunia.

Data pasokan minyak mentah dari Badan Informasi Energi (EIA) AS akan dirilis sesi hari ini.

Harga minyak WTI turun 0,64% ke $58,95 per barel dan harga minyak Brent turun 0,65% di $62,33 per barel pukul 15.26 WIB.

Adapun, harga emas berjangka juga lanjut turun 0,32% di $1.737,40 per troy ons, sementara EUR/USD sedikit melemah 0,07% di 1,1867.

Sumber : Investing.com

Komentar

mood_bad
  • Belum ada komentar.
  • Tambahkan komentar

    BACAAN TERKAIT