Rabu, 31 Maret 2021

Saham Deliveroo Anjlok 20% di Debut IPO London


Oleh Geoffrey Smith

Finroll.com – Saham Deliveroo jatuh pada debut IPO di London Stock Exchange karena munculnya kekhawatiran mengenai tata kelola dan profitabilitas membayangi IPO terbesar tahun ini di Eropa.

Pada pukul 5:05 AM ET (0905 GMT), saham Deliveroo berada di level 305 pence, sekitar 22% di bawah harga IPO. Saham dihargai di bagian bawah kisaran pasaran, di 390p, setelah sejumlah institusi terkemuka Inggris memilih untuk tidak membeli saham ini.

Keputusan Mahkamah Agung Inggris baru-baru ini yang memaksa perusahaan berbagi tumpangan Uber (NYSE:UBER) untuk memperlakukan sewajarnya para pengemudi telah memberikan keraguan atas Deliveroo sendiri menuju profitabilitas, mengingat bahwa perusahaan juga bergantung pada para pengendara dan pengemudi kontrak bergaji rendah.

Harga IPO telah memberikan Deliveroo valuasi mencapai 7,6 miliar pound ($10,5 miliar). Dengan demikian, penurunan awal sebesar 30% menghapus lebih dari 2 miliar pound dari valuasinya.

Selain kekhawatiran tentang eksposurnya terhadap risiko peraturan ketenagakerjaan, ada juga kekhawatiran mengenai struktur saham kelas ganda perusahaan, yang membuat pendiri Will Shu memegang kendali mayoritas perusahaan meskipun memiliki kurang 10% dari semua saham yang beredar. Model ini sudah umum di AS dan telah mendorong banyak perusahaan teknologi untuk go public tanpa membuat visi pendirinya terkena tekanan jangka pendek dari pemegang saham luar. Para kritikus mengatakan itu memperkuat “risiko orang kunci”, sementara investor institusional yang menghindari IPO mengatakan hal tersebut mengurangi ruang lingkup mereka untuk memberikan pengaruh pada manajemen guna mengatasi kekhawatiran terkait Environmental, Social, and Governance (ESG).

Sumber : Investing.com

Komentar

mood_bad
  • Belum ada komentar.
  • Tambahkan komentar

    BACAAN TERKAIT