Rabu, 14 Juli 2021

Saham Eropa Bergerak Melemah Gegara Lonjakan Kenaikan Inflasi AS


Oleh Peter Nurse

Finroll.com – Pasar saham Eropa tampaknya akan dibuka di zona merah pada Rabu (14/07). Pasalnya, lonjakan inflasi AS meningkatkan kekhawatiran Federal Reserve dapat memperketat kebijakan moneter ultra-longgarnya lebih cepat dari perkiraan sebelumnya.

Pada pukul 13.44 WIB, DAX futures Jerman melemah 0,17% ke 15.738,5 menurut data Investing.com, CAC 40 futures Prancis turun 0,32% di 6.536,5 dan FTSE 100 futures di Inggris turun 0,21% di 7.037,8. Di Indonesia, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) makin bergerak turun 1,05% ke 5.949,08 pukul 13.53 WIB.

Pasar Eropa melanjutkan tren pelemahan dari sesi Asia, dan juga Wall Street, setelah data yang dirilis Selasa menunjukkan indeks harga konsumen AS melonjak sebesar 0,9% pada bulan Juni, naik 5,4% pada tahun ini, peningkatan terbesar inflasi AS dalam 13 tahun.

“Namun pembacaan ledakan inflasi lainnya membuat semakin sulit bagi The Fed untuk tetap pada posisinya bahwa pembacaan inflasi yang tinggi hanyalah ‘sementara’,” ujar analis di ING, dalam catatan. “Kasus untuk kenaikan suku bunga tahun 2022 kuat.”

Dengan mengingat hal ini, investor akan mempelajari dengan cermat komentar dari Ketua Fed Jerome Powell dalam kesaksian dua hari tengah tahunannya di Kongres AS, mulai Rabu malam setempat, untuk mencari tanda bahwa angka terbaru telah mengubah pemikirannya.

Kembali ke Eropa, inflasi Inggris juga mengejutkan cenderung naik di mana harga naik 0,5% di bulan Juni, naik 2,5% tahun ini. Rilis angka produksi industri Zona Euro untuk Mei akan dirilis nanti di sesi ini.

Musim pendapatan kuartal II berlanjut di AS pada hari Rabu setelah angka laporan yang kuat dari perusahaan seperti Goldman Sachs (NYSE:GS) dan JPMorgan (NYSE:JPM) pada hari Selasa. Lebih banyak bank akan merilis kinerjanya, mulai dari Bank of America (NYSE:BAC), Citigroup (NYSE:C) dan Wells Fargo (NYSE:WFC) semua akan diperbarui sebelum pasar dibuka.

Sementara, harga minyak turun tipis pada Rabu setelah impor minyak mentah China turun 3% pada paruh pertama tahun ini dan ini meningkatkan kekhawatiran tentang melambatnya permintaan di negara importir utama dunia itu.

Meskipun demikian, pasar tetap berada pada level yang tinggi setelah ditutup di level tertinggi sejak Oktober 2018 seiring penurunan lanjutan minyak mentah AS mengindikasikan permintaan di konsumen terbesar dunia itu masih kuat.

CIMB NIAGA

American Petroleum Institute (API) melaporkan persediaan minyak mentah turun lebih dari 4 juta barel minggu lalu, yang akan menjadi penurunan mingguan kedelapan berturut-turut, penurunan terpanjang sejak Januari 2018, jika dikonfirmasi oleh angka pemerintah nanti pada sesi hari Rabu.

Pada pukul 13.50 WIB, harga minyak WTI 0,23% ke $75,08 per barel dan harga minyak Brent turun 0,10% di $76,41 per barel.

Selain itu, harga emas berjangka naik 0,16% di $1.812,75 per troy ons, sementara EUR/USD terus naik 0,19% di 1,1797.

Sumber : Investing.com

Komentar

mood_bad
  • Belum ada komentar.
  • Tambahkan komentar

    BACAAN TERKAIT