Jumat, 2 Juli 2021

Ekspansi Bisnis, MNC Group akan Ubah Penonton Jadi Nasabah Bank


Financeroll, JAKARTA – MNC Group akan menerapkan strategi agresif dalam mendorong akuisisi nasabah bank digitalnya PT Bank MNC Internasional Tbk.

Berdasarkan laman Nikkei Asia (2/7/2021), pendiri dan Ketua Eksekutif MNC Group Hary Tanoesoedibjo dikabarkan akan memanfaatkan audiens medianya yang luas untuk mendorong mesin pertumbuhan baru yakni keuangan digital.

Hary menjelaskan kepada Nikkei dalam sebuah wawancara groupnya berencana untuk meningkatkan operasi perbankan online baru dengan menjangkau underbanked.

Adapun, MNC Group didirikan pada tahun 1989 sebagai perusahaan sekuritas dan telah berkembang menjadi berbagai bidang, terSumber real estate. Akuisisi stasiun TV telah berjalan sejak 1998. Banyak konglomerat terkemuka di Indonesia, seperti Sinar Mas, Salim dan Lippo, didirikan oleh para pengusaha yang sejak saat itu mewariskan tongkat estafet kepada anak cucu mereka.

MNC terSumber dalam kelompok bisnis kelas kedua yang lebih baru yang diluncurkan pada 1980-an di mana para pemimpin asli, seperti Tanoesoedibjo yang berusia 55 tahun, masih memimpin. Bulan lalu, grup tersebut meluncurkan Motion Banking, sebuah bank online yang dapat diakses melalui aplikasi smartphone.

Tanoesoedibjo mengatakan dia bertujuan untuk mendapatkan 10 juta pelanggan baru dalam setahun dan 50 juta dalam lima tahun dengan menawarkan berbagai layanan, dari kartu kredit virtual hingga asuransi dan perdagangan sekuritas. “Kami juga ingin menciptakan sinergi dengan basis pengguna ekosistem besar kami,” katanya.

Sebagai gambaran, empat stasiun TV grup menarik lebih dari 50% penonton prime-time dan dikenal karena memproduksi program yang sukses. Sinetron hits di malam hari Ikatan Cinta secara konsisten mencetak peringkat pemirsa sekitar 50% atau lebih tinggi.

Tanoesoedibjo melanjutkan rencana untuk menempatkan iklan Motion Banking di seluruh negeri selama siaran “Ikatan Cinta” dan program lainnya.

Dia membayangkan kode QR dalam iklan di bagian bawah layar TV sehingga pemirsa dapat membuka akun tabungan di mana pun. Aplikasi tersebut akan menggunakan teknologi pengenalan wajah yang terkait dengan basis data identitas nasional negara untuk mempercepat prosesnya.

Dengan populasi 270 juta – terbesar di Asia Tenggara dan keempat terbesar di dunia – sektor perbankan online Indonesia telah menarik minat dari seluruh kawasan. Hanya setengah dari orang dewasa Indonesia yang memiliki rekening bank, sementara hampir 70% memiliki ponsel, memberikan ruang pertumbuhan yang signifikan bagi perbankan online.

Jababeka industrial Estate



Sumber / Bisnis.com

Komentar

mood_bad
  • Belum ada komentar.
  • Tambahkan komentar

    BACAAN TERKAIT