Gaet Nasabah Indonesia, Bank IBK (AGRS) Mau Gandeng BTS atau Blackpink?

  • Bagikan

Finance, JAKARTA — PT Bank IBK Indonesia Tbk. (AGRS) sejauh ini belum berencana menggandeng artis Korean Pop atau K-pop untuk menjadi magnet pertumbuhan jumlah nasabah giro dan tabungan.

Sebagaimana diketahui, strategi menggandeng artis K-pop sebagai brand ambassador telah dilakukan oleh PT Bank KB Bukopin Tbk (BBKP) yang berkolaborasi dengan girlband asal Korea Selatan, AESPA.

Kolaborasi tersebut merupakan salah satu bagian dari rangkaian strategi rebranding KB Bukopin pada tahun ini guna meningkatkan brand image perusahaan.

Terkait hal itu, manajemen Bank IBK menjelaskan perseroan belum berencana menerapkan strategi tersebut. Namun, jika sampai dilakukan, perseroan bakal berupaya menghadirkan BTS atau Blackpink sebagai brand ambassador.

“Belum ada planning membawa artis Korea. Untuk membawa brand ambassador dari artis K-pop akan diusahakan seperti BTS ataupun Blackpink,” tulis manajemen Bank IBK dalam hasil paparan publik yang dirilis di keterbukaan informasi, Selasa (7/6/2022).

Bank IBK yang mayoritas sahamnya dimiliki oleh Industrial Bank of Korea asal Seoul, Korea Selatan ini, memang tengah fokus meningkatkan jumlah nasabah dana murah, yang terdiri atas giro dan tabungan.

Direktur Kepatuhan Bank IBK Indonesia Alexander Frans Rori mengatakan bahwa perseroan membidik peningkatan porsi dana murah atau current account saving account (CASA) mencapai 30 persen hingga akhir 2022.

“Kami menginginkan dana murah itu mencapai 30 persen, karena itu pada 2021 kami meluncurkan mobile banking dan internet banking. Tujuannya, sebagai sarana untuk transaksi menjadi lebih mudah,” ujarnya dalam laporan tersebut.

Sampai dengan Maret 2022, total DPK perseroan sebanyak Rp6,79 triliun. Perolehan ini meningkat 6,87 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu, yakni Rp6,32 triliun. Sementara itu, aset perseroan mencapai Rp14,69 triliun.

Dari sisi penyaluran kredit, Bank IBK menargetkan realisasi kredit pada tahun ini meningkat Rp2 triliun menjadi Rp8,4 triliun. Penyaluran kredit akan disalurkan ke beberapa sektor utama, salah satunya industri pengolahan.

Alexander melanjutkan sampai dengan Maret 2022, realisasi penyaluran kredit Bank IBK telah mencapai Rp6,41 triliun. Adapun, rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) perseroan secara gross sebesar 2,16 persen dan 1,60 persen net per Maret.



Sumber / Bisnis.com
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

-->