Selasa, 23 Maret 2021

Dibayangi Kenaikan Yield Obligasi AS, Rupiah Loyo ke Rp14.408


– Nilai tukar rupiah berada di level Rp14.408 per dolar AS pada Selasa (23/3) pagi. Posisi tersebut melemah 0,01 persen dibandingkan perdagangan Senin (22/3) sore di level Rp14.407 per dolar AS –

Sore ini, mayoritas mata uang di kawasan Asia terpantau menguat terhadap dolar AS. rupee India menguat 0,19 persen, won Korea Selatan menguat 0,01 persen, ringgit Malaysia menguat 0,10 persen, yen Jepang menguat 0,10 persen, dan dolar Singapura menguat 0,04 persen.

Sebaliknya dolar Taiwan melemah 0,05 persen, yuan China melemah 0,03 persen, bath Thailand terpantau melemah 0,28 persen dan peso Filipina melemah 0,01 persen.

Sementara itu, mata uang di negara maju bergerak bervariasi terhadap dolar AS. Poundsterling Inggris menguat 0,14 persen dan dolar Australia menguat 0,28 persen. Sedangkan dolar Kanada melemah 0,06 persen dan franc Swiss melemah 0,12 persen.

Analis sekaligus Direktur Utama PT Solid Gold Berjangka Dikki Soetopo mengatakan pergerakan rupiah hari ini masih berkonsolidasi dalam range sempit lantaran yield Treasury masih akan menjadi fokus utama pasar pada pekan ini.

Namun, kabar baiknya, yield Treasury AS tenor 10 tahun sudah mulai turun 5,69 basis poin ke 1,6751 persen.

“Sehingga rupiah mampu memangkas pelemahan dan berakhir stagnan,” ucapnya kepada CNNIndonesia.com, Selasa (23/3).

Di sisi lain, Pelaku pasar mulai mengendus adanya kemungkinan pemerintahan Joseph ‘Joe’ Biden untuk menaikkan tarif pajak.

Sumber Berita : CNN INDONESIA

Komentar

mood_bad
  • Belum ada komentar.
  • Tambahkan komentar

    BACAAN TERKAIT