Kamis, 8 Juli 2021

Dibuka Melemah, Rupiah Kembali Ke Level Rp14.500


Financeroll, JAKARTA – Nilai tukar rupiah dibuka terkoreksi pada perdagangan Kamis (8/7/2021).

Berdasarkan data Bloomberg, nilai tukar rupiah dibuka melemah 0,16 persen ke level Rp14.505 per dolar AS, sedangkan indeks dolar AS naik 0,13 persen ke posisi 92,764.

Sebelumnya, Ibrahim Assuaibi Direktur TRFX Garuda Berjangka dalam laporannya menyebutkan, pergerakan rupiah hari ini diprediksi akan cukup fluktuatif. Namun, nilai tukar rupiah akan kembali ditutup melemah.

“Pergerakan rupiah hari ini berada di kisaran Rp14.470 – Rp14.520,” kata Ibrahim dikutip dari risetnya.

Adapun, pada perdagangan Rabu (7/7/2021) kemarin, nilai tukar rupiah ditutup melemah 0,09 persen atau 12,5 poin ke level Rp14.482,5 per dolar AS. Nilai tukar rupiah bergerak di rentang Rp14.482,5 – Rp14.510.

Ibrahim menuturkan dolar AS menguat terhadap mata uang lainnya menjelang rilis risalah rapat terbaru Federal Reserve AS.

Sementara itu, nilai tukar Euro jatuh ke level terendah hampir tiga bulan terhadap greenback karena data ekonomi Jerman mengecewakan dan meningkatkan kekhawatiran tentang pemulihan ekonomi negara itu dari COVID-19.

“Risalah dari pertemuan Fed Juni 2021, yang akan dirilis di kemudian hari, diharapkan memberikan beberapa petunjuk untuk kebijakan moneter bank sentral ke depan. Mereka juga bisa menjelaskan kejutan hawkish The Fed dalam keputusan kebijakan yang diturunkan setelah pertemuan itu,” jelasnya,

Di sisi data, indeks manajer pembelian (PMI) non-manufaktur Institute of Supply Management (ISM) AS yang dirilis pada hari Selasa berada di 60,1 untuk Juni, karena kekurangan tenaga kerja dan bahan baku kemungkinan berkontribusi pada angka yang lebih rendah dari perkiraan.

Di dalam negeri, pemerintah merevisi pertumbuhan ekonomi menjadi 3,7 persen sampai 4,5 persen sepanjang tahun ini. Angkanya turun dari proyeksi sebelumnya yang sebesar 4,5 persen-5,3 persen.

CIMB NIAGA

“Penetapan proyeksi ekonomi tersebut seiring Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat Jawa-Bali,” katanya.



Masuk / Daftar

Sumber : Bisnis.com

Komentar

mood_bad
  • Belum ada komentar.
  • Tambahkan komentar

    BACAAN TERKAIT