Minggu, 19 September 2021

Ini Sentimen Domestik yang Berpotensi Kerek Rupiah Esok Hari


Financeroll, JAKARTA – Sejumlah sentimen positif di dalam negeri diperkirakan bisa mendorong pergerakan rupiah menguat pada perdagangan Senin (19/9/2021).

Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi menyebutkan, Pemerintah mencatat indikator Recovery Rate (RR) secara nasional pada tanggal 14 September 2021 tercatat sebesar 94,45 persen, lebih baik dari RR global yang sebesar 89,68 persen.

Sementara itu, indikator Bed Occupancy Ratio (BOR) secara nasional juga berada pada tingkat yang rendah yakni 13,32 persen di mana BOR Isolasi sebesar 12,51 persen dan BOR ruapng perawatan intensif sebesar 20,83 persen.

Kemudian, data 11 September 2021 juga menunjukkan tidak ada provinsi di luar Jawa-Bali yang berada pada level asesmen 4, sementara itu 16 provinsi masih berada pada level 3, dan 11 provinsi berada pada level 2.

Secara pararel, pelaksanaan vaksinasi pun terus didorong dan dipastikan ketersediaannya. Suplai vaksin sampai dengan Desember mendatang diperkirakan juga akan mendekati 394 juta dosis dan pada September target vaksinasi yang harian dinaikkan menjadi 2 juta suntikan per hari.

“Secara nasional, vaksinasi yang telah disuntikkan sampai dengan 14 September 2021 sebanyak 118,36 juta dosis dan diharapkan pada Desember 2021 sebanyak 89 persen penduduk Indonesia sudah menerima vaksinasi, yang terdiri dari 100 persen dosis pertama, dan 78 persen dosis kedua,” ujarnya, mengutip riset harian, Jumat (17/9/2021).

Berbagai strategi percepatan vaksinasi juga dilakukan dan distribusi vaksin kedepannya akan difokuskan kepada provinsi atau kabupaten/kota yang capaian vaksinasinya masih di bawah 20 persen, serta wilayah Aglomerasi Jawa, Jabodetabek, Bali, Kepri, juga Papua dalam rangka persiapan Pekan Olahraga Nasional (PON).

Untuk membantu meringankan ekonomi masyarakat yang terdampak pandemi, Pemerintah juga sudah meluncurkan berbagai insentif dan program yakni Diskon Listrik, Subsidi Kuota Internet, Program Kartu Prakerja, Bantuan Subsidi Upah (BSU), Banpers Produktif Usaha Mikro (BPUM), Subsidi Bunga KUR dan Non KUR, Pembebasan Rekmin, Biaya Beban, dan Abonemen Listrik, Penempatan Dana untuk Restrukturisasi Kredit, serta IJP UMKM dan Korporasi.

Selain insentif dan program diatas, bantuan sosial dengan total alokasi dana Rp186,64 triliun disalurkan untuk Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Beras Bulog 2021, Program Kartu Sembako, Program Sembako PPKM, Bantuan Sosial Tunai, BLT Desa, serta Bantuan Tunai Pedagang Kali Lima dan Warung (BT-PKLW), dimana sampai dengan 10 September 2021 bantuan sosial ini sudah terealisasi Rp108,16 triliun atau sebesar 58 persen.

Dalam perdagangan akhir pekan ini, rupiah ditutup menguat 30 point melanjutkan penguatan 35 poin sebelumnya dan parkir di level Rp14.222 dari penutupan sebelumnya di level Rp14.252.

CIMB NIAGA

“Untuk perdagangan Senin besok, mata uang rupiah kemungkinan dibuka berfluktuatif namun ditutup menguat di rentang Rp14.210 – Rp14.230,” tulis Ibrahim.



Masuk / Daftar

Sumber : Bisnis.com

Komentar

mood_bad
  • Belum ada komentar.
  • Tambahkan komentar

    BACAAN TERKAIT