Senin, 12 Juli 2021

Kurs Jisdor Menguat, Tinggalkan Level Rp14.500 per Dolar AS


Financeroll, JAKARTA – Kurs rupiah terpantau menguat berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) hari ini, Senin (12/7/2021).

Data yang diterbitkan Bank Indonesia hari ini menempatkan kurs referensi Jisdor di level Rp14.486 per dolar AS, menguat 62 poin atau 0,42 persen dari posisi Jumat (9/7/2021) kemarin di level Rp14.548.

Sementara itu, berdasarkan data Bloomberg, nilai tukar rupiah di pasar spot parkir di level Rp14.493 menguat 0,24 persen atau 35 poin dari penutupan sebelumnya di level Rp14.528.

Secara tahun berjalan rupiah masih melemah 3,15 persen dari dolar AS. Rupiah sempat dibuka ke level 14.481 dan sepanjang hari bergerak di rentang Rp14.480-Rp14.498.

Sementara itu, indeks dolar menguat pada pukul 15.22 WIB ke level 92,123 dari penutupan sebelumnya 92,116.

Ibrahim Assuaibi, Direktur TRFX Garuda Berjangka menjelaskan setelah PPKM Mikro Darurat diterapkan selama sepekan dan pengusaha dan masyarakat mengikuti anjuran dari pemerintah

“Maka optimisme bahwa PPKM Mikro Darurat akan berdampak positif terhadap menurunnya kasus Covid-19 dan ini terbukti dalam 2 hari terakhir penambahan kasus Covid-19 mulai menunjukkan tanda-tanda penurunan, meski masih tinggi,” jelasnya, Senin (12/7/2021).

Kemarin, kasus baru dilaporkan sebanyak 36.197 orang, dan sehari sebelumnya 35.094 orang. Angka tersebut turun dari Kamis dan Jumat yang penambahannya lebih dari 38.000 orang per hari.

Di pekan ini terutama di DKI Jakarta, jalan–jalan begitu lenggang, perkantoran sepi, Mall dan pasar tutup. Hal ini mengindikasikan pengetatan di perbatasan baik perbatasan dengan Tangerang maupun Bekasi cukup berhasil menghalau laju kerumunan kendaraan, baik roda empat maupun roda dua.

“Lengang dan sepinya aktivitas masyarakat yang terjadi saat ini, akan bisa menunjukkan gambaran apakah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat [PPKM] Mikro Darurat mampu menurunkan angka infeksi harian,” katanya.

CIMB NIAGA

PPKM Mikro Darurat mulai diterapkan sejak 3 Juli lalu, dan berlangsung hingga 20 Juli. Perlu waktu sekitar seminggu setelah penerapan untuk mengetahui apakah efektif, mengingat ada masa inkubasi virus corona.

Dengan penambahan kasus Covid-19 harian terus menunjukkan tren penurunan, maka akan berdampak positif terhadap mata uang rupiah dan ini terbukti dalam penutupan pasar sore ini rupiah ditutup menguat.

“Sedangkan untuk perdagangan besok, mata uang rupiah kemungkinan dibuka berfluktuatif, tetapi ditutup melemah tipis di rentang Rp14.470-Rp14.510,” urainya.

Dari sisi eksternal, fokus investor beralih ke inflasi AS dan ketika Federal Reserve akan mulai memperketat kebijakan moneternya menjelang rilis Indeks harga konsumen Inti (CPI) Untuk bulan Juni pada hari Selasa. Gubernur The Fed Jerome Powell juga akan bersaksi di depan Komite  Perbankan Senat pada pekan ini. 



Masuk / Daftar

Sumber : Bisnis.com

Komentar

mood_bad
  • Belum ada komentar.
  • Tambahkan komentar

    BACAAN TERKAIT