Senin, 5 April 2021

Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dolar AS Hari Ini, 5 April 2021


Fundamental ekonomi Indonesia dan kejelasan arah stimulus Amerika Serikat dapat menjadi penopang pergerakan nilai tukar rupiah.

Walau sempat terjadi tren penguatan di awal tahun, tetapi di akhir kuartal nilai tukar rupiah menunjukkan pelemahan dan diperkirakan tren ini akan terus berlanjut di kuartal kedua 2021.

Senior Price President Economist Bank Permata Josua Pardede mengungkapkan depresiasi nilai tukar rupiah tersebut dipengaruhi stimulus fiskal Amerika Serikat (AS) senilai US$1,9 triliun yang akan mengakselerasi pemulihan ekonomi negara tersebut sehingga sebagian besar mata uang asing tertekan.

“Kalau kita lihat dari bulan Maret sebagian mata uang asing itu cenderung tertekan atau melemah. Secara year to date [tahun berjalan] pun, kita melihat dolarnya masih tetap menguat kalau kita lihat dari akhir tahun lalu,” kata Josua saat dihubungi pada Minggu (4/4/2021).

Penguatan dolar AS itu menurutnya dipengaruhi oleh tren kenaikan surat utang AS atau yang sering disebut US Treasury yang meningkat hingga 840 poin jika dibandingkan dengan akhir tahun 2020 lalu.

Itu lah yang kemudian menyebabkan keluarnya dana asing di pasar obligasi negara berkembang termasuk Indonesia, menurut Josua. Hal ini terindikasi dari kepemilikan investor asing di Indonesia yang turun sepanjang kuartal I 2021, yaitu net sell asing yang mencapai lebih dari US$1,5 miliar.

Namun terlepas dari faktor eksternal di atas, Josua mengungkapkan faktor fundamental ekonomi Indonesia juga akan bisa turut membatasi pelemahan nilai tukar rupiah lebih lanjut. Dia mengungkapkan kondisi Indonesia saat ini relatif cukup sehat jika dibandingkan negara-negara di Asia lainnya.

Selama kuartal I/2021 berdasarkan data Bloomberg, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS terkoreksi 3,27 persen yang mana lebih baik dari posisi mata uang baht Thailand, maupun won Korea Selatan, dan yen Jepang.

“Jadi makanya kalau kita lihat dengan tren pemulihan ekonomi domestik kemudian dari sisi keseimbangan eksternalnya ya, dari sisi current account deficit, balance of payment. Kita ini relatif masih dalam kondisi yang sehat ya. Ini tentunya akan bisa mendukung pemulihan dan juga stabilitas rupiah,” jelas Josua.

Dia pun menyebutkan bahwa dirinya setuju dengan pernyataan Bank Indonesia yang menyebutkan saat ini rupiah masih undervalue, artinya terdapat potensi penguatan masih ada hingga akhir tahun.

Jababeka industrial Estate

Josua pun memperkirakan penguatan rupiah terhadap dolar AS akan terjadi pada semester kedua atau kuartal III hingga IV 2021 di level Rp14.000-Rp14.300 per dolar AS.

Bagaimana pergerakan nilai tukar rupiah hari ini, Senin (5/4/2021)? Simak terus secara live di Bisnis.com!

13:26 WIB

Rupiah Stagnan

Nilai tukar rupiah di pasar spot terpantau stagnan di level Rp14.525 per dolar AS pada pukul 13.26 WIB.

Sementara itu, indeks dolar AS terpantau menguat 0,058 poin atau 0,06 persen ke level 93,08 pada pukul 13.16 WIB.

11:40 WIB

Pukul 10.57 WIB: Rupiah Menguat 5 Poin

Nilai tukar rupiah di pasar spot terpantau menguat 5 poin atau 0,03 persen ke level Rp14.520 per dolar AS.

Sementara itu, indeks dolar AS terpantau melemah 0,032 poin atau 0,03 persen ke level 92,99 pada pukul 11.28 WIB.

10:12 WIB

Pukul 10.10 WIB: Rupiah Menguat 3 Poin

Penguatan nilai tukar rupiah di pasar spot menipis menjadi 3 poin atau 0,02 persen ke level Rp14.522 per dolar AS.

Sementara itu, indeks dolar AS terpantau melemah 0,06 poin atau 0,06 persen ke level 92,962 pada pukul 10.00 WIB.

09:14 WIB

Pukul 09.07 WIB: Rupiah Menguat 10 Poin

Nilai tukar rupiah di pasar spot terpantau lanjut menguat 10 poin atau 0,07 persen ke level Rp14.515 per dolar AS.

Sementara itu, indeks dolar AS terpantau melemah 0,083 poin atau 0,09 persen ke level 92,939 pada pukul 09.00 WIB.

09:13 WIB

Rupiah Dibuka Menguat Tipis

Nilai tukar rupiah di pasar spot dibuka menguat tipis 5 poin atau 0,03 persen ke level Rp14.520 per dolar AS.

Komentar

mood_bad
  • Belum ada komentar.
  • Tambahkan komentar

    BACAAN TERKAIT