Selasa, 13 Juli 2021

Rupiah Dibuka Hijau, Sentimen Rekor Kasus Harian Covid-19 Membayangi


Financeroll, JAKARTA – Nilai tukar rupiah dibuka di zona hijau pada perdagangan Selasa (13/7/2021).

Berdasarkan data Bloomberg pukul 09.05 WIB, nilai tukar rupiah dibuka menguat 0,02 persen ke level Rp14.490 per dolar AS.

Awalnya, rupiah dibuka melemah ke level 14.505 dari penutupan sebelumnya 14.492,5. Sementara itu, indeks dolar AS turun 0,043 persen ke posisi 92,213.

Nilai tukar rupiah diprediksi akan bergerak melemah hari ini seiring peningkatan kasus Covid-19 dan mencapai rekor baru bahkan tertinggi di dunia.

Sebelumnya, Ibrahim Assuaibi Direktur TRFX Garuda Berjangka menjelaskan setelah PPKM Mikro Darurat diterapkan selama sepekan dan pengusaha dan masyarakat mengikuti anjuran dari pemerintah sempat muncul optimisme pasar.

“Mata uang rupiah kemungkinan dibuka berfluktuatif, tetapi ditutup melemah tipis di rentang Rp14.470-Rp14.510,” urainya Senin (12/7/2021).

Optimisme bahwa PPKM Mikro Darurat akan berdampak positif terhadap menurunnya kasus Covid-19 dan sempat muncul setelah 2 hari terakhir penambahan kasus Covid-19 mulai menunjukkan tanda-tanda penurunan, meski masih tinggi.

Kemarin, Satgas Penanganan Covid-19 melaporkan jumlah tambahan pasien Covid-19 baru mencapai 40.427 kasus pada hari ini, Senin (12/7/2021).

Penambahan kasus baru ini menjadi rekor baru sejak awal pandemi Covid-19. Berdasarkan data terbaru Satgas Covid-19, kenaikan kasus positif tersebut menjadikan angka terkonfirmasi secara akumulasi mencapai 2.567.630 orang.

Di pekan ini terutama di DKI Jakarta, jalan–jalan begitu lenggang, perkantoran sepi, Mall dan pasar tutup dan ini mengindikasikan pengetatan di perbatasan baik perbatasan dengan Tangerang maupun Bekasi cukup berhasil menghalau laju kerumunan kendaraan baik roda empat maupun roda dua.

CIMB NIAGA

“Lengang dan sepinya aktivitas masyarakat yang terjadi saat ini, akan bisa menunjukkan gambaran apakah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat [PPKM] Mikro Darurat mampu menurunkan angka infeksi harian,” katanya.

PPKM Mikro Darurat mulai diterapkan sejak 3 Juli lalu, dan berlangsung hingga 20 Juli. Perlu waktu sekitar seminggu setelah penerapan untuk mengetahui apakah efektif, mengingat ada masa inkubasi virus corona.

Dengan penambahan kasus Covid-19 harian terus menunjukkan tren penurunan, maka akan berdampak positif terhadap mata uang rupiah dan ini terbukti dalam penutupan pasar sore kemarin menguat.

Dari sisi eksternal, fokus investor beralih ke inflasi AS dan ketika Federal Reserve akan mulai memperketat kebijakan moneternya menjelang rilis Indeks harga konsumen Inti (CPI) Untuk bulan Juni pada hari Selasa. Ketua Fed Jerome Powell juga akan bersaksi di depan Komite Perbankan Senat pekan ini.

Pemulihan sentimen risiko menghambat safe haven yen menjelang rilis IHK AS serta PPI. Jika data menunjukkan inflasi lebih bertahan dari yang diperkirakan sebelumnya, The Fed dapat memulai pengurangan aset lebih cepat dari yang diharapkan dan mendorong greenback.



Masuk / Daftar

Sumber : Bisnis.com

Komentar

mood_bad
  • Belum ada komentar.
  • Tambahkan komentar

    BACAAN TERKAIT