Rabu, 15 September 2021

Sempat ke Zona Merah, Rupiah Berhasil Ditutup Menguat Tipis Rp14.242


Financeroll, JAKARTA – Nilai tukar rupiah menguat tipis pada penutupan perdagangan Rabu (15/9/2021) setelah sempat bergerak di zona merah.

Katalis yang mengangkat rupiah adalah kenaikan inflasi AS yang tidak sesuai harapan sehingga menambah ketidakpastian The Fed untuk melakukan pengurangan aset, yang menekan indeks dolar AS. 

Mengutip data Bloomberg, mata uang Garuda hari ini ditutup naik tipis 5 poin atau 0,04 persen ke Rp14.242 di hadapan dolar AS. Sementara indeks dolar AS mengalami pelemahan 0,149 poin atau 0,16 persen ke 92,531.

Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan, data AS yang dirilis pada hari Selasa (14/9/2021) menunjukkan bahwa indeks harga konsumen inti (CPI) tumbuh 4 persen year-on-year (yoy) dan 0,1 persen dari bulan sebelumnya pada Agustus 2021

“Kenaikan bulanan ini merupakan kenaikan terkecil dalam enam bulan, menunjukkan bahwa inflasi bisa mencapai puncaknya. Namun, itu bisa tetap tinggi untuk sementara waktu di tengah kendala pasokan yang terus-menerus. Data juga menunjukkan bahwa CPI masing-masing tumbuh 5,3 persen tahun ke tahun dan 0,3 persen bulan ke bulan,” ungkap Ibrahim dalam riset harian.

Dengan data yang lebih lemah dari perkiraan menimbulkan keraguan pada garis waktu Federal Reserve AS untuk memulai pengurangan aset, investor sekarang menunggu keputusan kebijakan bank sentral, yang akan terbit pekan depan.

Sementara di Indonesia, Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan neraca perdagangan Indonesia pada Agustus 2021 kembali mengalami surplus, yang terjadi karena nilai ekspor lebih tinggi dibanding impor.

BPS mencatat neraca dagang dalam negeri mengalami surplus US$4,74 miliar secara bulanan pada Agustus 2021. Realisasi itu lebih tinggi dari surplus US$2,59 miliar pada Juli 2021 dan surplus US$2,33 miliar pada Agustus 2021. Secara total, akumulasi surplus neraca dagang Indonesia mencapai US$19,17 miliar pada Januari-Agustus 2021.

Surplus neraca perdagangan terjadi karena nilai ekspor mencapai US$21,42 miliar pada Agustus 2021 atau naik 20,95 persen dari US$17,71 miliar pada Juli 2021. Sementara secara tahunan, nilainya melesat 64,1 persen dari US$13,06 miliar pada bulan Agustus 2020.

Sedangkan nilai impor mencapai US$16,68 miliar. Nilainya naik 10,35 persen dari US$15,11 miliar pada bulan sebelumnya. Secara tahunan, nilai impor Indonesia meroket 55,26 persen dari US$10,74 miliar pada Agustus 2020.

CIMB NIAGA

Selain itu, Bank Indonesia (BI) mencatat utang luar negeri (ULN) Indonesia pada Juli 2021 sebesar US$ 415,7 miliar atau setara dengan Rp5.902 triliun (asumsi kurs Rp14.200) tumbuh 1,7 persen dari tahun sebelumnya (yoy), dan tumbuh 2 persen dari bulan sebelumnya.

Untuk perdagangan besok, Ibrahim memproyeksikan mata uang rupiah kemungkinan dibuka berfluktuatif namun ditutup menguat tipis di rentang Rp.14.230 – Rp14.270.



Masuk / Daftar

Sumber : Bisnis.com

Komentar

mood_bad
  • Belum ada komentar.
  • Tambahkan komentar

    BACAAN TERKAIT