Profil Woo Yeul Lee, Dirut Baru KB Bukopin (BBKP) dari Korea Selatan

  • Bagikan

Finance, JAKARTA – Pemegang saham PT Bank KB Bukopin Tbk (BBKP) menunjuk Woo Yeul Lee sebagai Direktur Utama yang baru dalam RUPS tahunan yang diselenggarakan hari ini, Rabu (25/5/2022).

Penunjukan Woo sebagai direktur utama baru BBKP ini akan efektif setelah dinyatakan memenuhi semua persyaratan yang diatur dalam POJK No. 27/POJK.03/2016; POJK No. 37/POJK.03/2017 dan/atau Peraturan Perundang-undangan lainnya yang berlaku. 

Dipercaya memimpin KB Bukopin, bagaimana profil Woo? 

KB Bukopin menyebutkan Woo Yeul Lee sebelumnya menjabat sebagai CSO (Chief Strategic Officer) dan Chief Human Resource Officer) untuk induk usaha alias KB Financial Group. Woo juga tercatat pernah menjabat sebagai IT Group Head KB Kookmin Bank. 

Dalam perjalanan karirnya, Woo turut membidani ‘Next Generation Banking System (NGBS)’ yang mampu mendorong peningkatan efektivitas kerja di KB Kookmin Bank. Dengan pengalaman tersebut, Woo akan mengaplikasikan NGBS di bank KB Bukopin.

Pemegang saham juga meyakini sosok Woo memiliki berbagai kemampuan di bidang-bidang yang menjadi kunci dalam sebuah bank, seperti strategi, SDM, IT, risiko, dan sebagainya. 

Dia tercatat sebagai CSO KB Financial Group (Januari 2022 – Mei 2022, CHO KB Financial Group (Januari 2021 – Desember 2021) hingga IT Group Head KB Kookmin Bank (Januari 2019 – Desember 2020)

“Salah satu visi Woo di KB Bukopin adalah meningkatkan kesehatan, penguatan kemampuan bisnis, serta menjadikan KB Bukopin sebagai bank yang dicintai nasabah. Woo juga ingin meningkatkan bank KB Bukopin menjadi bank  yang melayani nasabah dengan cepat, aman, dan nyaman,” tulis perusahaan dalam penjelasannya. 

PT Bank KB Bukopin Tbk. (BBKP) dan entitas anak sendiri melaporkan mengalami penurunan kinerja pada kuartal 1/2022, meski demikian perusahaan disebutkan berupaya melakukan perbaikan kinerja di seluruh segmen bisnis. 

Berdasarkan laporan keuangan yang dipublikasikan KB Bukopin di Bursa Efek Indonesia, Senin (16/5/2022), bank dengan pemegang saham utama dari Korea Selatan itu mengalami pembengkakan kerugian dari Rp167,1 miliar menjadi Rp1,32 triliun per kuartal I/2022 dibandingkan tahun sebelumnya atau naik 688 persen.   

Penyumbang utama memburuknya kerugian disebabkan menurunnya kualitas kredit. Pasalnya dari pendapatan, BBKP tidak mengalami penurunan yang berarti yakni dari Rp1,08 triliun menjadi Rp1,01 triliun.  



Sumber / Bisnis.com
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

-->