Kamis, 5 September 2019

PT Timah Tbk Siapkan Rp 200 Miliar Untuk Bangun Fasilitas Mineral Tanah Jarang


Finroll.com — PT Timah Tbk (TINS) berencana membangun fasilitas pemisahan mineral tanah jarang di kawasan Bangka Belitung. Investasi yang dikucurkan untuk fasilitas tersebut mencapai Rp 100-200 miliar.

Sekretaris Perusahaan Timah Abdullah Umar mengatakan, perseroan akan mulai membangun fasilitas ini pada kuartal III-2019. “Kami harapkan dalam setahun ke depan, fasilitas ini bisa diselesaikan,” ujarnya seperti yang dilansir Investor Daily, di Jakarta, Kamis (5/9/2019).

Sebelumnya, Direktur UtamaTimahM Riza Pahlevi Tabrani mengatakan, fasilitas pemisahan mineral tanah jarang ini akan dibangun di Tanjung Ular, Bangka. Perseroan telah melakukan pilot project mineral tanah jarang yang dipandang memiliki nilai ekonomis yang lebih tinggi dibandingTimah. Nilainya diperkirakan tiga hingga empat kali lipat dibanding logamtimah.

“Mineral tanah jarang ini dapat menjadi komposisi produksi magnet atau industri strategis lainnya, seperti indutri kesehatan. Kita coba kembangkan tahun ini,” kata Riza.

Untuk mendanai pembangunan fasilitas tersebut, perseroan akan menggunakan dana hasil penerbitan obligasi.Pada Juli lalu, Timah menerbitkan obligasi dan sukuk berkelanjutan I tahap II senilai Rp 1,3 triliun. Dana hasil penerbitan ini akan digunakan perseroan untuk kebutuhan belanja modal ( capital expenditure/capex ) dan pelunasan utang jangka pendek.

Perseroan menawarkan obligasi hingga Rp 900 miliar. Rinciannya sebanyak Rp 854 miliar dijamin dengan kesanggupan penuh, sedangkan sisanya Rp 46 miliar akan dijamin secara kesanggupan terbaik. Untuk obligasi yang dijamin dengan kesanggupan penuh ditawarkan dalam dua seri, yakni seri A sebesar Rp 387 miliar dengan tingkat bunga tetap sebesar 8,50% per tahun, yang berjangka waktu tiga tahun.

Sementara, seri B sebesar Rp 467 miliar dengan tingkat bunga tetap 8,75% per tahun, dengan tenor lima tahun. Perseroan juga menerbitkan sukuk dengan sisa imbalan ijarah sebanyak-banyaknya Rp 400 miliar. Sebagian sukuk ada yang dijamin dengan kesanggupan penuh, dan sebagian dijamin dengan kesanggupan terbaik.
Tahun ini, Timah mengalokasikan capex hingga Rp 2,8 triliun. Belanja modal tersebut meningkat 118,6% dari realisasi tahun lalu Rp 1,18 triliun.

Sementara itu, ekspansi lain yang terus dikembangkan perseroan adalah eksplorasi tambangtimahdi Nigeria. Tahun lalu, perseroan membentuk perusahaan patungan ( joint venture /JV) denganTopwide Ventures Ltd. Kepemilikan saham keduanya seimbang yakni masing-masing 50%. Tahun ini,Timahmematok target produksi bijihtimahsebanyak 38.600 ton. Dengan adanya peningkatan produksi ini, perseroan membidik laba bersih sebesar Rp 1,2 triliun pada 2019.

Hingga semester I-2019, penjualan perseroan mencapai 31,6 ribu metrik ton, melonjak signifikan dibanding periode sama tahun lalu 12,7 ribu metrik ton. Harga penjualan rata-rata hingga Juni 2019 sebesar US$ 20.322 per metrik ton, turun dibanding periode sama tahun lalu US$ 21.389 per metrik ton. Sementara itu, produksi logam timah perseroan mencapai 37,7 ribu ton per Juni 2019, atau naik lebih dari tiga kali lipat dibanding periode sama tahun lalu 12,3 ribu metrik ton.

Produksi bijih timah juga bertambah menjadi 47,4 ribu ton Sn, dari semester I-2018 yang mencapai 15,1 ribu ton Sn. Seiring meningkatnya penjualan, pendapatan perusahaan juga turut melonjak 108% menjadi Rp 4,23 triliun dari realisasi semester I-2018 sebesar Rp 2,03 triliun. Peningkatan ini membuat laba bersih meroket 447% menjadi Rp 301 miliar, dibandingkan semester I-2018 sebesar Rp 55 miliar.(red)

Jababeka industrial Estate

BACAAN TERKAIT