Selasa, 15 Oktober 2019

Semen Merek Dynamix Pengganti Merek Holcim Gencar Dipromosikan


Finroll.com — Setelah Perggantian merek semen Holcim menjadi Dynamix pada 27 September 2019 yang lalu, PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SMCB) gencar promokan produk semen tersebut.

Adapun penggantian merek ini dilakukan setelah SMCB diakuisisi PT Semen Indonesia Tbk. SMCB pun saat ini tengah berfokus untuk mendistribusikan semen Dynamix ke seluruh Indonesia.

Dengan adanya akuisisi ini, nama Holcim atau Lafarge sebagai merek global yang masih dimiliki oleh Lafarge Holcim Group sudah tidak bisa digunakan lagi oleh Semen Indonesia Group. Meski demikian SMCB masih diberikan tenggat waktu hingga akhir 2019 untuk memakai brand “Holcim”.

Pihak SMCB pun terus berupaya memperkenalkan Dynamix sebagai merek pengganti Holcim. Menurut Direktur SMCB, Agung Wiharto,pihaknya terus menggenjot promosi terhadap merek anyar ini.

Promosi secara internal dilakukan dengan memperkenalkan merek Dynamix kepada seluruh pegawai  SMCB Promosi ini juga menyangkut sosialiasi alasan dan latar belakang mengapa merek Holcim diubah menjadi Dynamix.

Dengan adanya pengenalan di lingkup internal ini, Agung berharap, para pegawai SMCB mampu mengenalkan merek Dynamix sedikitnya kepada orang terdekat dan lingkungan sekitar.

“Selain itu harapannya pegawai kami dapat ikut menyebarluaskan ini melalui akun-akun sosial media mereka,” ujar Agung seperti dilansir dari Kontan, Senin (14/10/2019).

Sementara promosi ke pihak eksternal dilakukan dengan menggelar roadshow ke kota besar.

Beberapa kota yang telah disambangi
SMCB antara lain Bogor, Yogyakarta, dan Surakarta.

Ke depan, SMCB berencana menggelar roadshow di kota besar lainnya seperti Jakarta, Tasikmalaya, Bandung, Semarang, Surabaya, Denpasar, hingga Kupang.

Jababeka industrial Estate

Roadshow ini dilakukan dengan mengundang ratusan pemiliki toko dan pedagang ritel.

Selain itu, SMCB juga turun langsung untuk menyosialisasikan semen Dynamix kepada distributor dan kontraktor. Selain dengan metode promosi langsung ke lapangan.

SMCB juga melakukan promosi lewat media-media mainstream seperti memasang iklan di televisi. Meski demikian, Agung masih enggan membeberkan terkait biaya promosi merek baru ini.

Selain itu, SMCB memutuskan untuk tidak mengganti nama merek semen Andalas. Hal ini karena manajemen menimbang semen Andalas telah memiliki pengaruh yang cukup kuat di pasar lokal.

Semen Andalas merupakan semen yang diproduksi PT Solusi Bangun Andalas yang dulunya bernama PT Lafarge Cement Indonesia (LCI). Pergantian nama ini juga tidak lepas dari akuisisi PT Holcim Indonesia oleh SMGR.(red)

BACAAN TERKAIT