简体中文EnglishBahasa Indonesia한국어Русский

Pengertian Wakaf dan Dalilnya dalam Islam, Ketahui Hikmah Pelaksanaannya

  • Bagikan
https://img.finroll.com/2021/03/Finroll_Wakaf.jpg
finroll wakaf

Bagi umat Muslim, tentu sudah pernah mendengar istilah wakaf. Biasanya istilah wakaf sering disebut dalam kegiatan sedekah dari satu orang ke orang lainnya. Kegiatan wakaf dapat ditemui dalam beberapa bentuk, namun secara umum harta yang sering diwakafkan adalah tanah.

Di Indonesia, tanah wakaf biasanya digunakan untuk tujuan dan kepentingan umum. Misalnya tanah wakaf untuk pembangunan masjid, makam atau untuk membangun yayasan.

Dengan begitu, pengertian wakaf secara singkat dapat dipahami sebagai salah satu bentuk sedekah harta yang bersifat permanen. Di mana seseorang yang mewakafkan hartanya biasanya membekukan atau membatasi pemanfaatannya untuk hal-hal yang diperbolehkan dalam syariat Islam. Hal ini dilakukan dengan tujuan yang baik, yaitu untuk mencapai kepentingan bersama yang bermanfaat bagi masyarakat.

Dalam pelaksanaannya, tentu kegiatan wakaf mempunyai dalil atau aturan yang jelas. Baik dalil yang tercantum dalam kitab suci Al-Qur’an maupun hadist. Dalil ini tidak lain bertujuan untuk mendorong umat Muslim menyedekahkan hartanya untuk tujuan kebaikan.

Sebab dengan bersedekah, Allah akan memberikan berbagai macam manfaat dan hikmah bagi siapapun yang melakukan. Baik manfaat di kehidupan dunia maupun akhirat.

Lalu seperti apa pengertian wakaf beserta dalil atau aturannya yang perlu diketahui. Hikmah apa saja yang bisa didapatkan oleh umat Muslim yang menjalankan sedekah wakaf. Melansir dari NU Online, berikut kami merangkum pengertian wakaf, dalil beserta hikmah pelaksanaannya yang perlu Anda ketahui.

Pengertian Wakaf

Hal pertama yang harus dipahami mengenai kegiatan wakaf tentu pengertian wakaf. Seperti yang telah dijelaskan secara singkat sebelumnya, pengertian wakaf merupakan praktik sedekah harta secara permanen dengan membekukan atau membatasi pemanfaatannya (tasaruf) untuk hal-hal yang diperbolehkan dalam syariat Islam.

Sebagai contoh, seseorang yang mewakafkan harta berupa tanah yang dimiliki untuk kegiatan pembangunan yayasan tertentu. Dalam hal ini, tanah tidak diperbolehkan dijual maupun dihibahkan kepada orang lain setelah diterima. Melainkan, pengelola yayasan hanya diperkenankan mengatur pemanfaatan tanah kepentingan yayasan saja.

Dengan begitu, dapat dipahami bahwa wakaf merupakan upaya bersedekah, yaitu dengan menyedekahkan harta secara permanen kepada orang lain namun dibatasi untuk tujuan kebaikan. Tujuan ini tidak lain untuk mendatangkan manfaat bagi masyarakat, baik itu di bidang pendidikan, sosial, atau yang lainnya.

Dalil Wakaf

Setelah memahami pengertian wakaf dan contoh sederhananya, berikutnya perlu diketahui beberapa dalil wakaf yang terkandung dalam Al-Qur’an maupun hadist. Kegiatan anjuran wakaf ini tercantum dalam QS Al Imran ayat 92. Dalam hal ini Allah berfirman sebagai berikut:

“Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebaikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sebagian harta yang kamu cintai. Dan apa saja yang kamu nafkahkan maka sesungguhnya Allah mengetahuinya.”

Selain dalam QS Al Imran, Nabi Muhammad SAW juga pernah bersabda seperti dalam Hadist Riwayat Muslim. “Ketika anak Adam mati, terputuslah amalnya kecuali tiga perkara yaitu sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak saleh yang mendoakannya.”

Dalam hadist tersebut, para ulama menafsirkan sedekah jariyah (yang mengalir pahalanya) yang dimaksud mengarah pada makna wakaf. Sebab, wakaf merupakan satu-satunya bentuk sedekah yang dapat dimanfaatkan secara permanen oleh penerimanya. Dalam hal ini, aturan harta yang diwakafkan dibekukan pemanfaatannya (tasarufnya) sesuai dengan hal-hal yang diperkenankan dalam syariat Islam.

Misalnya, wakaf tanah diberikan untuk tujuan pembangunan masjid, maka pahalanya akan terus mengalir bagi yang memberikan wakaf. Hal ini selama masjid dimanfaatkan oleh orang-orang untuk beribadah atau berkegiatan di masjid tersebut.

Hikmah Anjuran Wakaf

Setelah memahami pengertian wakaf, dalil, beserta contohnya, berikutnya perlu diketahui terdapat beberapa hikmah anjuran wakaf yang bisa didapatkan bagi umat Muslim yang melakukannya. Berikut beberapa hikmah anjuran wakaf dalam Islam yang perlu diketahui:

Mendekatkan Diri Kepada Allah

Hikmah anjuran wakaf dalam Islam yang pertama adalah membukakan pintu taqqarub untuk mendekatkan diri kepada Allah. Dengan melakukan kegiatan sedekah ini, umat Muslim akan mendapatkan kesempatan untuk lebih dekat dengan Allah. Di mana Allah akan menjaga mata, tangan, kaki, telinga, dan seluruh tubuhnya dari segala bahaya.

Allah juga akan memberikan pintu kebaikan bagi siapapun umat Muslim yang menjalankan syariat wakaf. Orang yang telah mewakafkan hartanya, akan diberikan pahala yang berlimpah dan tidak putus selama harta wakaf tersebut masih dimanfaatkan dengan baik. Hal ini pun dijamin oleh Allah bahkan setelah orang tersebut mati.

Memperkuat Iman dan Ketakwaan

Hikmah anjuran wakaf berikutnya dapat memperkuat keimanan dan ketakwaan. Dalam hal ini, kegiatan sedekah wakaf yang dilakukan oleh umat Muslim menjadi salah satu bukti atau tindakan nyata bahwa orang tersebut mempercayai atau mengimani Allah dan setiap perintahnya.

Di sini, wakaf dikatakan sebagai perilaku nyata dari seorang hamba Allah yang benar-benar menghamba kepada-Nya. Sebab, orang tersebut telah ikhlas mewakafkan hartanya untuk mendapat kebaikan dari Allah.

Menekankan Pentingnya Investasi Pahala

Hikmah anjuran wakaf selanjutnya tidak lain adalah menekankan pentingnya investasi pahala. Dalam hal ini, wakaf dikatakan sebagai bentuk investasi yang paling menguntungkan. Bukan tanpa alasan, Allah telah menjamin keberkahan pahala terus mengalir pada hambanya yang mewakafkan hartanya bahkan di saat dirinya telah meninggal. Berbeda dengan jenis investasi lain, di mana harta dan aset akan berkurang dan tidak akan dibawa mati.

Di sini, pahala yang terus mengalir akan menjadi investasi kebaikan di akhirat bagi setiap umat Muslim yang menjalankan ibadah wakaf. Investasi pahala ini akan bermanfaat untuk kehidupan di alam barzakh, alam kubur, dan puncaknya di hari penghakiman massal perbuatan manusia kelak kemudian hari.

Memajukan Peradaban Umat Islam

Memajukan peradaban umat Muslim juga termasuk salah satu hikmah anjuran wakaf yang bisa didapatkan. Dalam hal ini, harta wakaf yang dikelola dan dimanfaatkan dengan baik akan memberikan dampak positif bagi kehidupan masyarakat.

Harta wakaf dapat dikelola untuk kepentingan umum di masyarakat. Misalnya untuk membangun masjid, pondok pesantren, majelis ilmu, sekolah dan sebagainya. Fasilitas-fasilitas inilah yang akan mencetak generasi penerus yang berilmu dan bijak sana. Bukan hanya itu, melalui fasilitas ini masyarakat dapat menjalin silaturahim yang baik dan menciptakan kehidupan yang damai dan sejahtera.

Mensejahterakan Kaum Dhuafa

Hikmah anjuran wakaf yang terakhir adalah mensejahterakan kaum dhuafa. Di sini, sebagian umat Muslim yang lemah secara ekonomi bisa mendapatkan bantuan berupa modal yang baik dari pemanfaatan harta wakaf.

Misalnya dengan memberi sebagian hasil pengembangan harta wakaf produktif kepada anak yatim, kaum dhuafa, dan janda-janda. Dengan begitu, beban hidup yang mereka tanggung bisa sedikit berkurang dengan kontribusi harta wakaf produktif yang didapatkan.

Sumber : merdeka.com

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

简体中文EnglishBahasa Indonesia한국어Русский
-->