Sabtu, 19 Januari 2019

Yuk Simak Tips Memulai Usaha ala Presiden Jokowi


Finroll.com – Presiden Joko Widodo beberapa waktu lalu menghadiri sebuah Program Wirausaha dan Pensiunan Sipil Negara (ASN) di SICC Sentul Bogor.

Dalam kesempatan itu, ia pun memberi sedikit tips kepada ASN yang memasuki masa pensiun untuk mulai berwirausaha.

Dalam tips yang pertama, Jokowi yang juga pengusaha industri meubel ini menyarankan agar para purnatugas ASN memulai bisnis dengan yang sesuai bidang masing-masing.

“Misalnya, dari Kementerian Kelautan kan dekat dengan ikan. Oleh sebab itu bisnisnya jangan jauh-jauh dari itu. Ilmunya kita tahu, sehingga untuk memulai lebih mudah dibanding misal bekerja di KKP, bisnisnya pertanian. Ini kan sangat jauh, hati-hati,” ujarnya.

Selanjutnya, ia mantan Gubernur DKI Jakarta ini menyarankan pangsa pasar juga harus dilihat. Sebab produksi bisa dilakukan dengan mudah namun pangsa pasar penjualannya yang harus ditetapkan lebih dulu.

“Lihat pasarnya dulu, karena yang sulit marketingnya. Memproduksi bisa tapi menjualnya yang harus dilihat kemana,” sambungnya,

Di tips selanjutnya, ia menyarankan agar mengambil usaha yang beresiko kecil.

“Ambil bisnis-bisnis yang kalau tidak laku nilainya tetap tambah. Misalnya mendirikan kos-kosan. Mendikirikan kos-kosan incomenya ada, jelas tiap bulan dan tahun, tetapi nilai bangunan setiap tahun pasti naik,” sambungnya.

Baca Lainnya: Perusahaan Ini Ubah Sampah Plastik Jadi BBM

Terakhir ia menyarankan untuk mulai melakukan kerjasama dalam memulai berbisnis. Rekan usaha yang sudah memiliki pengalaman dan berkarakter baik tentu akan membantu bisnis yang sedang dirintis.

Jababeka industrial Estate

“Contoh anak saya ini, enggak punya pengalaman di bidang makanan apalagi martabak, Saya lihat ternyata punya partner yang sudah jualan lama. Gandengan, bagi untung, ya perjanjian saja,” imbuhnya.

Jokowi berpesan, masa pensiun bukanlah menjadi suatu akhir akan berhentinya kesejahteraan dan produktivitas. Selagi kita gigih dan  mau memulai usaha, tentu hidup bisa lebih sejahtera.

“Sekali lagi, masa pensiun bukan berarti produktivitas berhenti,” tandasnya.

Sumber: Berbagai sumber

BACAAN TERKAIT