Selasa, 2 Februari 2021

Supaya Aman Ketika Mengemudi dalam Kondisi Cuaca Buruk


Beberapa hari ini wilayah Jakarta dan sekitarnya kerap kali diguyur hujan deras. Bagi para pengemudi kendaraan khususnya roda empat, harap berhati-hati. Pasalnya, kondisi jalan juga jarak pandang berbeda pada saat cuaca normal, apalagi jika terjadi pada malam hari. Harus dipahami terlebih dahulu, berkendara dalam dua kondisi cuaca cerah dan hujan deras, tentu berbeda. Lantas, ketika cuaca buruk seperti itu dihadapi, apa yang harus dilakukan?

Hal penting pertama, khususnya saat baru saja akan berkendara, pastikan kembangan ban mobil masih cukup baik, sehingga masih bisa mengakomodasi jalan basah.

Setelah memperhatikan kondisi ban, lalu periksa komponen lampu utama, dan sebaiknya bekerja normal.

Tipe kembangan ban mobil jenis basic patter atau dasar. model ini bisa dirotasi dari kiri ke kanan maupun depan ke belakang. (PT Gajah Tunggal)

Namun, saat cuaca seketika berganti (dari cerah ke hujan) di tengah perjalanan, ubah saat itu juga karakter berkendara. Lebih berhati-hati dan perhitungkan segala kemungkinan. Posisikan mobil berada di jarak yang lebih jauh (dibanding jarak mobil ketika cuaca cerah) dengan kendaraan di depan.

Kemudian, hindari gerakan tiba-tiba, serta lembutlah dalam mengendalikan kendaraan. Hal yang paling dikhawatirkan pada posisi hujan adalah traksi ban kendaraan tidak sempurna. Lebih parahnya lagi jika terjadi aquaplaning (ban tidak menapak seutuhnya pada jalan atau hilang traksi, yang bisa membuat mobil tergelincir).

Terjadi genangan air sepanjang Jalan Tol Padaleunyi akibat adanya proyek pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Bandung, Rabu (12/8/2020). (Dokumentasi Humas Jasa Marga)

Salah satu cara berkendara terbaik ketika berkendara dalam cuaca buruk, adalahnya dengan memperlambat laju kendaraan dan berhati-hati terhadap setiap pergerakan atau manuver.

“Dalam keadaan hujan deras, jarak pandang terbatas dan kondisi aspal basah, sebaiknya jangan nekat. Jangan pacu mobil terlalu cepat, karena risikonya akan sangat tinggi, bahkan nyawa bisa menjadi taruhannya,” ucap Jusri Pulubuhu, Founder Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) Minggu (31/1/2021).

Sumber : www.kompas.com

BACAAN TERKAIT