Rabu, 4 Desember 2019

BKNI-RI Dan Kabupaten Banggai Sulteng Kerjasama Bangun RS Medical Ecotourism


Finroll.com — Badan Ketahanan Nasional dan Internasional Republik Indonesia (BKNI RI) kerjasama dengan Kabupaten Banggai Sulawesi Tengah, bangun fasilitas kesehatan dan perawatan lanjut usia berbasis wisata ekologi atau destinasi wisata kesehatan. Hal ini dilakukan untuk memberikan pelayanan khusus bagi masyarakat yang tidak mampu.

Penandatanganan kontrak kerjasama tersebut dilakukan oleh Presedium BKNI RI RM Tri Harsono, dan Bupati Banggai Sulawesi Tengah, Herwin Yatim.

Presedium Badan Ketahanan Nasional dan Internasional Republik Indonesia (BKNI RI) Tri Harsono mengatakan pembangunan fasilitas layanan kesehatan berbasis ekologi itu harus di dukung semua pihak jangan sampai ada rumor atau isu- isu yang menggagalkan rencana kemanusiaan,” ujarnya kepada insan pers, di Jakarta Selasa malam (3/12/2019).

Tri berharap, kerjasama ini bisa bermanfaat  untuk kabupaten Banggai dan mancanegara yang selama ini banyak lansia luar negri yang ingin berkunjung ke Indonesia untuk menikmati keindahan alam Indonesia,” harapnya.

Tri mengatakan, pembangunan fasilitas kesehatan ini berkonsep membangun wilayah tertinggal dengan fasilitas kesehatan. Dan wilayah tersebut harus ada wisata-wisata yang digali dan dikembangkan. Sisi lain pelayanan ini harus bisa terwujud karena memberikan pelayanan khusus bagi masyarakat tidak mampu diberikan gratis,” katanya.

Dalam pembangunan fasilitas kesehatan tersebut, PT Surya Atap Logam ditunjuk menjadi kontraktor pelaksananya.

Menurutnya, pembangunan ini membutuhkan kearifan lokal, tidak hanya bangun dengan asal-asalan saja. Karena pembangunan ini diawasi nasional dan internasional, apa yang jadi keunikan- keunikan kabupaten Banggai itulah yang ditonjolkan. Tidak harus membangun gedung bertingkat tetapi membangun dengan kearifan lingkungan yang sehat,” tuturnya.

Dalam kesempatan yang sama, Bupati Banggai Herwin Yatim menambahkan, pembangunan rumah sakit yang dilakukan BKNI RI tentu sesuatu yang membanggakan buat masyarakat Banggai. Ini merupakan yang pertama di Indonesia bahkan mungkin juga di dunia. Kami dari pemerintah desa tentunya mensupport penuh dan mengawal proses pembangunan tersebut,” tambahnya.

Pembangunan medical ecotourism ini menempati area seluas 5 hektar, dengan populasi kabupaten Banggai sebesar 365 ribu jiwa tentunya ini diharapkan bisa membawa manfaat dalam jangka waktu panjang sesuai dengan program visi misi pemerintah pusat, daerah- daerah terpencil harus bisa bersaing dan maju,” ungkapnya.(red)

BACAAN TERKAIT