Selasa, 25 Desember 2018

BNPB Sebut Indonesia Belum Punya Alat Peringatan Dini Tsunami Longsor Bawah Laut


Finroll.com — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebutkan saat ini Indonesia belum memiliki alat deteksi longsor bawah laut, yang pada Sabtu lalu menyebabkan tsunami.

“Tidak ada peringatan dini tsunami. Karena memang Indonesia tidak memiliki sistem peringatan tsunami yang di bangkitkan oleh longsoran bawah laut,” ujar Kapusdatin Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, dalam konferensi persnya di Gedung BNPB, Selasa (25/12).

Pada peristiwa tsunami Selat Sunda Sabtu (22/12) lalu, Gunung Anak Krakatau mengalami longsoran bawah laut hingga menimbulkan tsunami. Kejadian ini tidak di dahului dengan peringatan dini tsunami.

“Inilah yang menjadi tantangan kita ke depan, untuk mengedepankan sistem peringatan dini tsunami yang dibangkitkan longsoran bawah laut,” imbuhnya.

Baca Lainnya: BMKG Sebut Tsunami Selat Sunda Terjadi Akibat Longsoran Gunung Anak Krakatau

Sementara itu, Sutopo menyebut jika bencana tsunami di Selat Sunda telah di tetapkan sebagai bencana kabupaten. Hal ini dikarenakan pemerintah daerah masih sanggup menangani dampak bencana.

“Jadi status bencananya bencana kabupaten, tidak ada wacana bencana nasional. Pemerintah kabupaten sanggup. Kepala daerah betul-betul ada di lapangan. Pemerintah pusat memperkuat logistik,” paparnya.

Bila dilihat dari sejarahnya, Gunung Anak Krakatau pertama kali muncul ke permukaan laut pada tahun 1927, setelah “ibunya” yaitu Gunung Krakatau meletus hebat pada 27 Agustus 1883. Tiap tahunnya, Gunung Anak Krakatau tumbuh sekitar 4-6 meter. Saat ini, Gunung Anak Krakatau telah mencapai ketinggian 300 meter di atas permukaan laut.

Baca Lainnya: Tim SAR Diminta Waspada Potensi Hujan Deras di Pandeglang

Sumber: Detikcom

CIMB NIAGA

BACAAN TERKAIT