Senin, 5 November 2018

Di Negeri Ini, Salah Ucap Bisa Dipelintir Bak “Tampang Boyolali”


“Saya yakin kalian tidak pernah masuk hotel-hotel (mewah) tersebut, kalo kalian masuk kalian pasti akan diusir karena bukan tampang orang kaya,” kata Prabowo Subianto, calon presiden nomor urut 02 dalam acara peresmian Kantor Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi di Boyolali, Jawa Tengah.

“Tampang kalian ya tampang Boyolali,” lanjut Prabowo dalam konteks saat menjelaskan soal keadilan di masyarakat.

Itulah sepenggal ucapan pidato Calon Presiden RI nomor urut 02 yang kini menuai polemik akibat ucapan “Tampang Boyolali” yang keluar dari mulutnya.

Belum lama ini, Presiden Jokowi yang juga menjadi lawan Prabowo di kontestasi pilpres 2019 juga mengeluarkan kata-kata yang cukup nyeleneh yakni sontoloyo. Jargon politiikus “Sontoloyo” yang dikeluarkan oleh mantan walikota solo itu juga cukup membuat publik ramai, terlebih respon kubu oposisi yang paling banyak menanggapinya.

Namun poliik sontoloyo yang dimaksud Jokowi adalah politikus yang menggunakan segala jurus jelang tahun politik. Salah satu ciri-ciri politikus sontoloyo itu adalah mereka yang menyerang lawan politik tanpa tata krama.

Namun Celotehan Tampang Boyolali yang digumamkan oleh Prabowo cukup berbeda, mantan danjen kopasus itu berbuntut pada pelaporan oleh seorang pria asal Boyolali ke Polda Metro.

Tak hanya itu pernyataan prabowo pun juga ramai di sosialmedia, “tampang Boyolali” tersebut jadi riuh di dunia maya Twitter. “Tampang Boyolali” jadi trending topic, dengan menggunakan hashtag alias tagar #SaveBoyolali, yang diinisiasi oleh akun @manggabusuk pada 2 November 2018, pukul 4.43, menanggapi kicauan @eko_kuntadhi yang mentranskrip pidato itu.

BACA JUGA: Perang Tempe “Jokowi VS Sandi” Siapa yang Mau Tahu?

Memanfaatkan alat analisis Twitter bernama Tweet Binder, #SaveBoyolali cukup memantik keriuhan di Twitter. Hanya dengan 153 original tweet, hashtag tersebut sukses menggapai lebih dari 1,7 juta follower atau pengguna Twitter yang mengikuti akun-akun yang bercuit #SaveBoyolali. Tercatat, akun @s_quasiah jadi akun yang paling aktif soal hashtag ini.

“Tampang Boyolali” bukan cuma diterjemahkan melalui #SaveBoyolali. Ada pula hashtag #SaveMukaBoyolali, yang menyusul kemudian. Hashtag tersebut, dianalisis menggunakan alat yang sama, sukses menggapai lebih dari 1,4 juta pengguna Twitter hanya dari 289 original tweet. Dan dalam 2 jam, sejak Minggu (4/11) pukul 12 siang, tercatat ada lebih dari 2.000 tweet yang berkicau #SaveMukaBoyolali.

CIMB NIAGA

Riuh soal “tampang Boyolali” di Twitter membingungkan Prabowo. Katanya, “saya bingung kalau saya bercanda dipersoalkan. Kalau saya begini begitu dipersoalkan.” Namun, secara tersirat, Prabowo menganggap keramaian dari ucapannya merupakan bagian dari strategi politik di musim kampanye. “Saya tahu tapi ini adalah politik. Ini adalah musim politik.”

yah itulah curahan Prabowo yang sangat bingung, atas ucapannya yang cepat sekali digoreng oleh masa. Namun tampaklah wajar jika merujuk musim kampanye saat ini apapun bisa dipeliintir dan doplitisasi. Sama halnya dari sang petahan Jokowi, yang salah sedikit berujar akan menuai polemik.

Namun kedua tokoh pemimpin itu juga harus cermat dalam pemilihan diksi dalam berkomunikasi. sebab salah sedikit saja, apa lagi melukai hati orang lain bisa berbuntut panjang. Ingat apa kata pepatah “Mulutmu Harimaumu”.

(source: Berbagai sumber)

Komentar

mood_bad
  • Belum ada komentar.
  • Tambahkan komentar

    BACAAN TERKAIT