Senin, 6 Mei 2019

Empat Provinsi Ini Paparkan Potensi Daerahnya jadi Ibu Kota Baru RI


Finroll.com – Menteri Perencanaan dan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro memimpin diskusi soal rencana pemindahan Ibu Kota Indonesia yang digelar di Kantor Staf Presiden. Hadir empat provinsi yang memaparkan potensi daerahnya sebagai Ibu Kota baru Indonesia.

Beberapa diantaranya adalah Gubernur Sulawesi Barat Ali Baal Masdar, Gubernur Kalimantan Selatan, Sahbirin Noor, Gubernur Kalimantan Tengah Sugianto Sabran dan Gubernur Kalimantan Timur yang diwakili oleh Pejabat Bappeda Kaltim.

Bambang menegaskan bahwa isu pemindahan ibu kota sudah dibahas dalam rapat terbatas minggu lalu dengan Presiden. Ia menjelaskan isu ini juga menjadi fokus pemerintah untuk mengurangi kesenjangan antara daerah Jawa dan luar Jawa dalam menyusun RPJMN 2020-2024.

“Dengan demikian lima tahun ke depan kita ingin mengurangi kesenjangan, Jawa dan luar pulau Jawa,” kata Bambang di Kantor Staf Presiden Jakarta, Senin 6 Mei 2019.

Ia menjelaskan urbanisasi adalah sebuah keniscayaan ke depannya. Hal itu dipastikan tak dapat dibendung, dan posisi Jakarta sendiri saat ini sudah memiliki jumlah penduduk yang sangat besar.

“Kita bisa melihat perbedaan Jakarta dengan kota kota lain itu sangat besar, Penduduknya 10,2 juta sampai 10,3 juta, beda sekali dengan Surabaya yang penduduknya cuma 3 juta,” kata Mantan Menteri Keuangan tersebut.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa kota dengan jumlah penduduk terbesar di Indonesia juga berada di pinggiran Ibu Kota, Jakarta. Diantaranya adalah, Jakarta, Bekasi, Depok, Tangerang hingga Tangerang Selatan.

Untuk itu, Bambang menegaskan pemerintah ke depan akan mengembangkan kota Metropolitan selain Jakarta. Misalnya saja, seperti di pulau Jawa yaitu Bandung, Semarang Surabaya, dan beberapa kota lainnya.

Sedangkan untuk luar Jawa ada seperti Medan, Palembang, Makassar, Manado hingga Denpasar.

“Ada beberapa wilayah metropolitan disiapkan perencanaan dan pembangunannya lima tahun ke depan. Jadi Pembangunan daerah lima tahun ke depan tidak hanya fokus pada pemindahan ibu kota,” jelas dia.

infimas Mulia

BACAAN TERKAIT