Selasa, 16 Juni 2020

Ganjil Genap Kios Tanah Abang Berimbas Omzet Pedagang Turun


Finroll – Jakarta, Kios atau toko pedagang yang buka di Pasar Tanah Abang tidak seramai biasanya ketika aturan ganjil genap nomor kios diberlakukan selama masa pandemi virus corona (Covid-19), Selasa (16/6).

Pengelola Pasar Tanah Abang membuka kembali kegiatan jual-beli sejak ditutup 27 Maret lalu akibat pandemi Covid-19. Pengelola mengizinkan pedagang membuka toko dengan sejumlah aturan, salah satunya jadwal buka kios mengikuti tanggal ganjil atau genap.

Artinya, toko atau kios dengan nomor ganjil dibuka pada tanggal ganjil, begitu juga kios nomor genap. Ketentuan tersebut juga berlaku bagi gerai atau kios yang digabung.

Pantauan CNNIndonesia.com di Pasar Tanah Abang Blok A, B, F, dan G, suasana dan kondisi cenderung sepi. Banyak toko dengan nomor kios ganjil yang tutup karena tak sesuai tanggal genap hari ini, 16 Juni 2020.

Meski demikian, masih saja ada toko bernomor ganjil yang buka hari ini. Kebanyakan, kios-kios tersebut berada di lokasi yang sedikit jauh dari keramaian atau jauh dari pintu masuk.

Selain itu, beberapa toko yang memiliki lebih dari satu kios dan saling berdempetan juga tampak buka meskipun salah satunya bernomor ganjil.

Terkait aturan ganjil genap nomor kios ini, Pemprov DKI mengancam akan memberi sanksi penutupan kios apabila masih ada pedagang yang membandel dan melanggar aturan.

Salah seorang pedagang di kios bernomor genap, Fifi Kurnia pun mengetahui hal tersebut dari pengelola pasar melalui grup Whatsapp para pedagang Pasar Tanah Abang.

“Sudah diinformasikan dari lalu-lalu sih. Jadi mau gimana lagi, saya hari ini buka, besok harus tutup. Teman-teman yang lain juga begitu,” kata Fifi saat berbincang dengan CNNIndonesia.com.

Menurut dia, petugas Satpol PP melakukan patroli untuk mencari kios yang masih membandel. Kemudian, petugas akan memberikan teguran dan peringatan agar pedagang menutup lapak jualannya jika tak sesuai aturan.

CIMB NIAGA

Omzet Berkurang

Lebih jauh Fifi mengakui aturan ganjil genap ini sangat berimbas langsung kepada pedagang. Tentu dengan aturan tersebut maka pedagang harus rela omzet terpangkas.

“Mau tidak mau, penghasilan pasti berkurang,” kata Fifi.

Meski demikian, Fifi mengakui bahwa lebih memilih untuk menutup tokonya pada tanggal yang sudah ditetapkan, ketimbang mendapat sanksi.

“Kemarin ada saya dengar cerita petugas datang tutup toko nomor genap yang buka. Hari ini sih saya belum lihat (ada penutupan toko),” kata pedagang yang memiliki kios di Blok A Pasar Tanah Abang itu.

Sementara itu, pedagang lain di blok A, Dahler juga mengaku pendapatan hariannya dipastikan menurun lantaran keterbatasan waktu operasional toko selama masa PSBB Transisi ini.

“Kalau secara logika dulu (sebelum pandemi) misalnya seminggu omset bisa Rp10 juta, kalau sekarang sudah nggak mungkin karena tidak buka setiap hari,” kata Dahler kepada CNNIndonesia.com.

Belum lagi apabila ada pengunjung tetap atau pelanggan yang tidak mengetahui waktu operasional kios miliknya selama masa PSBB Transisi ini, bukan tak mungkin akhirnya pindah membeli di toko lain.

“Sangat berkurang (pendapatan harian kemarin). Kayak langganan misalnya datang hari ini, tapi toko tutup. Kan dia akhirnya beli di toko lain,” kata dia bercerita.

Selain itu, pembatasan jam operasional yang hanya sampai pukul 14.00 WIB juga turut mengikis pendapatan harian para pedagang.

Meski demikian, dia mengaku bakal tetap mengikuti anjuran kebijakan dari pengelola selama masa pandemi ini.

Selama sehari penuh menjalankan usahanya di tanggal ganjil kemarin, dia menyoroti kurangnya pengawasan petugas dan menindak tegas para pedagang membuka toko tak sesuai jadwal yang diatur.

Menurut dia, masih ada toko-toko yang luput dari pengawasan petugas selama ini.

Selain itu tidak ada petugas yang membantu para pedagang untuk mengatur jarak fisik jika terjadi keramaian pembeli.

“Kalau sudah ramai di depan toko kan sudah susah jaga jaraknya,” tambah dia lagi.

Protokol Kesehatan

Selama penerapan PSBB Transisi dan dibukanya kembali kegiatan jua-beli di Pasar Tanah Abang, sejumlah pos pengamanan didirikan. Petugas gabungan dari TNI, Polri, hingga Satpol PP terus berjaga, khususnya dalam menegakkan aturan terkait prokotol kesehatan.

Para pedagang diwajibkan menggunakan masker serta mencuci tangan di tempat yang telah disediakan. Pantauan di lokasi, banyak pedagang yang patuh terhadap penggunaan masker, bahkan beberapa di antaranya menggunakan pelindung wajah atau face shield.

Meski begitu, masih ada beberapa pedagang yang nekat tak menggunakan masker selama toko buka.

Protokol kesehatan tak hanya wajib dipatuhi bagi pedagang, tetapi juga para pengunjung atau pembeli. Di depan pintu masuk utama petugas akan meminta pengunjung untuk mencuci tangan dan melakukan pengukuran suhu tubuh.

Diketahui pintu-pintu penghubung antarblok di pasar Tanah Abang ditutup. Jadi, pengunjung hanya dapat masuk melalui pintu utama.

Selama penerapan PSBB Transisi, pengelola pasar juga membatasi waktu operasional dari pukul 07.00 hingga 14.00 WIB.

Saat mendekati waktu akhir jam operasional, aparat dari unsur TNI meminta para pengunjung yang masih berada di dalam untuk segera keluar. Petugas kemudian menutup pintu utama untuk mencegah pengunjung masuk kembali.

Sumber : CNN Indonesia

BACAAN TERKAIT