Senin, 11 Februari 2019

Jutaan Masyarakat Miskin Akan Mendapat Sambungan Listrik Gratis Tahun Ini


Finroll.com – Menteri ESDM Ignasius Jonan mengatakan, tahun ini pemerintah telah menyiapkan sebanyak 1,2 juta sambungan listrik gratis bagi masyarakat kurang mampu.

“Ada rencana untuk tambahan penyertaan (modal) negara. Kurang lebih Rp6 triliun untuk bisa memberikan sambungan-sambungan listrik gratis di tahun ini. Jumlahnya kira-kira 1,2 juta sambungan baru khusus bagi warga yang kurang mampu,” ujar Jonan dalam keterangannya, Senin (11/2).

Ia menambahkan total sambungan ini kemungkinan besar masih bisa bertambah, seiring dengan alokasi APBN dan bantuan CSR BUMN.

“Sisanya itu melalui APBN melalui DIPA Kementerian ESDM 100 – 150 ribu sambungan, atau layanan penerangan dan ada juga tambahan CSR dari BUMN. Ibu Rini (Menteri BUMN) sudah sepakat tentang hal itu,” sambungnya.

Di sisi lain Pemerintah telah mempertimbangkan pemberian sambungan gratis untuk wilayah tertentu merupakan arahan Presiden Joko Widodo. Langkah ini dilakukan untuk melakukan pemerataan energi nasional.

“Mikirnya bukan untung rugi, tapi pemerataan pembangunan yang lebih baik,” tegas mantan Dirut PT KAI ini.

“Disini pemerintah berupaya untuk melayani atau memberikan layanan listrik sebagai layanan dasar masyarakat yang memadai dengan harga yang terjangkau,” sambungnya.

Baca Lainnya: RI Bisa Jadi Pemain Utama Industri Kendaraan Listrik

Dengan diberikannya jutaan sambungan listrik gratis ini, dirinya berharap bisa memberikan kontribusi bagi peningkatan rasio elektrifikasi nasional yang ditargetkan sebesar 99,9% pada tahun 2019.

“Saya optimis bisa tercapai,” tandasnya.

ina palm 2021

Sementara itu sejumlah perusahaan BUMN yang akan terlibat dalam proyek ini adalah PLN, Bulog, Jamkrindo, Pegadaian, Semen Indonesia, Dahana, Perhutani, BRI, Pindad, Telkom dan Telkomsel, BNI, Airnav, Askrindo, Waskita, PTPN III Holding (PTPN VIII).

Kemudian Jasa Marga, Jasa Raharja, Jasindo, Biofarma, KAI, Hutama Karya, Telkomsel, Pertamina, Mandiri, Angkasa Pura II, Pelindo II, BTN, PIHC, WIKA, PP, PGN, Antam, Taspen, ASDP dan Pos.

Sumber: Detik Finance

BACAAN TERKAIT