Senin, 29 Oktober 2018

PENGUSAHA PARKIR INDONESIA MENOLAK KENAIKAN PAJAK PARKIR 30%


Beberapa  waktu  lalu Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengusulkan kenaikan pajak parkir hingga 30 persen  dalam rancangan peraturan daerah (raperda) perubahan atas Perda Nomor 10 Tahun 2010. Rencana kenaikan tersebut dimaksudkan untuk menekan pengguna kendaraan pribadi untuk beralih ke transportasi publik.

“Kenaikan tarif (pajak parkir) 30 persen memiliki tujuan utama agar pengguna kendaraan bermotor beralih ke moda transportasi publik dan dapat mengurai kemacetan,” kata Gubernur DKI, Anies Baswedan di gedung DPRD DKI pada bulan Mei lalu di Gedung DPRD DKI  Jakarta.

Anies menyampaikan pandangan tersebut untuk menanggapi fraksi-fraksi terkait raperda perubahan tentang kenaikan pajak parkir. Kenaikan pajak parkir 30 persen, menurutnya, akan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) atau minimal dapat dipertahankan untuk pembiayaan pembangunan di Jakarta.

Anies mengaku pengusaha parkir masih ada yang keberatan dengan rencana kenaikan tarif parkir menjadi 30 persen. Namun, pembayaran pajak tersebut sesungguhnya dibayar oleh pengguna parkir, bukan pengusahanya. Pihak pengusaha, kata dia, hanya berkewajiban menyetorkan pajak parkir kepada pemerintah daerah.

Aturan tersebut secara otomatis akan meningkatkan biaya parkir. Hal inilah yang diharap Pemprov DKI agar pemilik kendaraan berpikir ulang untuk menggunakan kendaraan pribadinya. “Pengusaha hanya berkewajiban menyetorkan pajak parkir kepada pemerintah daerah dengan tujuan pengguna parkir beralih ke moda transportasi publik,” ujar dia.

Mengacu  hal tersebut pengusaha perparkiran di indonesia  pada tanggal 22 oktober 2018  kemarin , mengadakan   Focus Group Discussion   yang bertajuk “Penerapan Kebijakan Parkir Sebagai Strategi Pengendalian Penggunaan Kendaraan Pribadi”. Pada kesempatan ini, Indonesia Parking Association (IPA) yang diwakili  oleh ketuanya Rio Octaviano menjadi nara sumber dari sisi asosiasi pengusaha parkir.

Acara yang diprakarsai oleh Dewan Transportasi Kota Jakarta , dibuka oleh Pak Iskandar Abubakar sebagai ketua DTKJ , beliau juga mantan Dirjen Perhubungan Darat Kementrian Perhubungan RI . Maksud dari acara ini adalah untuk memberikan masukan kepada Gubernur DKI Jakarta dalam rangka mengatasi kemacetan lalu lintas. upaya ini untuk menurunkan kepadatan lalu lintas kendaraan pribadi ke pusat kota dan memindahkan pengguna kendaraan pribadi ke angkutan umum, juga sebagai bagian rencana induk transportasi Jabodetabek, yaitu peningkatan peran angkutan umum penumpang menjadi 60% di tahun 2030.

Pada kesempatan ini , Rio dari Indonesian Parking Association memaparkan dari sisi pengusaha parkir, memberikan informasi, kepada forum, bahwa ada beberapa aspek yang belum menjadi solusi terbaik dalam penanganan manajemen parkir swasta.

Disampaikan,bahwa saat ini sudah ada Pergub No. 31 tahun 2017,sebagai pengganti Pergub sebelumnya,yang menyatakan bahwa, rentang tarif mobil adalah Rp 3.000-Rp 12.000  perjam dan motor adalah Rp 2000-Rp 6000 perjam, dimana hal ini dirasakan belum tersampaikan dengan baik kepada pengusaha parkir di DKI Jakarta, hanya saja ibu Tiodore sebagai kepala UPT  Parkir DKI Jakartamengatakan, bahwa Pergub tersebut belum dapat dilaksanakan , masih dalam tahap penjajakan.

Terungkap pada forum ini,UPT Parkir DKI Jakarta mengatakan bahwa kenaikan pajak parkir sebesar 30% sedang dalam proses persetujuan untuk kemudian dituangkan ke dalam aturan dari Pemprov DKI.

Jababeka industrial Estate

Pada akhir diskusi, Rio mengatakan bahwa IPA akan melakukan audiensi kepada Plt Kepala Dinas Perhubungan dalam waktu dekat terkait dengan rencana kenaikan pajak parkir sebresar 30%.  Pria kelahiran Jakarta ini juga mempertanyakan , mengapa Pergub yang sudah di undangkan masih belum dijalankan dengan penuh terutama di masalah tarif parkirnya.

“Saya belum tahu, UPT Parkir DKI mendapatkan masukan darimana, sehingga bisa meloloskan pembahasan kenaikan pajak parkir ini.” tutup pria berputra dua ini.

 

Komentar

mood_bad
  • Belum ada komentar.
  • Tambahkan komentar

    BACAAN TERKAIT