Jumat, 27 Agustus 2021

Buaya 3 Meter Santapan TKA China Dibeli dari Warga Konawe


Manajemen PT Obsidian Stainless Steel (OSS) Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara, menyampaikan permintaan maaf atas tindakan Tenaga Kerja Asing (TKA) asal China yang membunuh buaya sepanjang tiga meter dan menyantapnya.
TKA China itu merupakan karyawan PT OSS .

Juru Bicara Manajemen PT OSS Tommy mengatakan, tindakan tersebut dilakukan para TKA asal China itu secara spontan. Para TKA yang membunuh dengan cara menguliti buaya tersebut, tidak tahu-menahu tentang aturan perlindungan hewan.

Dia juga mengatakan buaya yang dikonsumsi TKA China itu dibeli dari warga setempat.

“Jadi TKA mendapatkan binatang buas itu dari masyarakat yang menjual, dimana setelah masyarakat menangkap buaya itu, kemudian menawarkan kepada TKA,” ujar Tommy seperti dikutip Antara, Jumat (27/8).

Tommy kembali menegaskan, TKA tersebut tidak tahu menahu tentang aturan perlindungan hewan. “Oleh karena itu, dengan tindakan tersebut, kami pihak Manajemen PT OSS meminta maaf atas tindakan tersebut, dan memastikan tindakan serupa tidak akan terjadi lagi,” ujar Tommy.

Kepala BKSDA Sultra Sakrianto Djawie sebelumnya, mengatakan tindakan membunuh buaya tidak dapat dibenarkan, karena buaya merupakan salah satu satwa langka yang dilindungi sesuai Undang-Undang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya.

“Kami sudah berkoordinasi dengan aparat penegak hukum dan langsung menurunkan tim ke lokasi tambang yang menurut informasi kami terima adalah tempat kejadian penemuan buaya. Seperti yang viral di media sosial, sudah dikuliti dan dibunuh,” kata dia.

BKSDA Sultra mengeluarkan pernyataan sekaligus akan mengusut pembunuhan dengan cara menguliti seekor buaya yang diduga dilakukan pekerja asing pada perusahaan tambang di Kabupaten Konawe itu.

Foto dan video penemuan buaya di kawasan industri pertambangan nikel di Kecamatan Morosi, Kabupaten Konawe, kemudian viral di dunia maya, Rabu (25/8).

Dalam video itu, terlihat seekor buaya yang sudah terikat menjadi tontonan para pekerja tambang. Beberapa foto berseliweran di sosial media baik Facebook dan grup WhatsApp memperlihatkan sejumlah pekerja membunuh dan menguliti buaya tersebut.

Jababeka industrial Estate

Sumber : cnnindonesia.com

Komentar

mood_bad
  • Belum ada komentar.
  • Tambahkan komentar

    BACAAN TERKAIT