Selasa, 27 Agustus 2019

Fakta-fakta Pegawai Restoran di Jakarta Utara yang Tusuk Bosnya


Finroll.com – Penusukan terjadi di Pluit Village, Penjaringan, Jakarta Utara, pada Minggu (25/8) malam. Seorang pegawai restoran Bananai bernama Yogi Dawamul Hidayat (22) menikam atasan Asela Rumpea (46).

Kejadian itu membuat kehebohan di Pluit Village. Foto darah korban yang berceceran hingga keluar restoran pun tersebar di dunia maya.

Berikut fakta-fakta soal penusukan di Pluit Village:

Yogi menusuk atasannya karena takut dipecat

Yogi awalnya terlibat cekcok dengan Asela. Perempuan itu sampai dipukul Yogi.
Tidak terima dengan ulah bawahannya, Asela hendak melaporkan pemukulan yang diterimanya ke pemilik restoran. Karena tahu akan dilaporkan, Yogi kembali ke indekostnya untuk mengambil pisau. Benda tajam itu digunakan untuk menikam Asela.
“Pelaku ingin dipecat dan dilaporkan ke bos bahwa (pelaku) telah memukul korban. Merasa tidak senang, pelaku menusuk leher belakang sebelah kiri korban,” kata Kanit Reskrim Polsek Penjaringan Kompol Mustakim dalam keterangannya, Senin (26/8).

Yogi melarikan diri setelah menusuk Asela. Namun, pelarian Yogi tidak berlangsung lama, beberapa jam setelah kejadian polisi menangkapnya. Saat ini dia mendekam dalam tahanan Polsek Penjaringan.

Pernah memukul rekan kerjanya yang lain

Pemukulan yang dilakukan Yogi terhadap Asela bukan tindak kekerasan pertamanya. Laki-laki itu pernah menganiaya rekan kerjanya yang lain.

Polisi menduga, cekcok antara Yogi dan Asela karena pemukulan rekan kerja yang sudah berlangsung beberapa kali dan melibatkan laki-laki itu.

“Jadi yang bersangkutan ini sakit hati, karena mau dilaporkan ke bosnya sama korban. Pelaku dulu pernah memukul rekan-rekan kerjanya sesama karyawan, korban akan melaporkan ke bos,” ucap Kapolsek Penjaringan AKBP Rahmat Sumekar di Jakarta, Senin (26/8).

CIMB NIAGA

Terancam hukuman lima tahun penjara

Polisi memeriksa Yogi setelah menangkapnya. Tak lama, polisi menetapkannya sebagai tersangka.
Yogi dijerat Pasal 351 KUHP tentang penganiayaan dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara.

“(Tersangka dijerat) Pasal 351 KUHP tentang Penganiayaan,” jelasnya.
Berikut kronologi dari peristiwa penusukan itu:

Pukul 15.00 WIB
Pelaku dan korban terlibat cekcok di dalam restoran Bananai, Pluit Village. Mereka cekcok karena korban hendak mengancam akan melaporkan pemukulan yang dilakukan pelaku kepada bos restoran agar pelaku dipecat.

Pukul 18.00 WIB
Setelah cekcok dengan korban, pelaku memutuskan untuk pulang ke kosannya yang terletak di daerah Penjaringan. Diketahui pelaku pulang untuk mengambil sebilah pisau yang nantinya akan digunakan untuk menusuk korban. Pisau itu ditaruh dibelakang punggung dan ditutup oleh baju korban.

Pukul 19.30 WIB
Pelaku kembali tiba di restoran Bananai untuk bertemu dengan korban. Sebelum menusuk korban, pelaku sempat menanyakan maksud pernyataan korban yang hendak melaporkan pelaku kepada bos restoran dan memecatnya. Namun korban tidak menggubris hal itu dan pergi meninggalkan pelaku.

Pukul 20.30 WIB
Karena tidak mendapat jawaban yang memuaskan dan tak ada titik temu, pelaku gelap mata. Pelaku kemudian mengambil pisau dan langsung menusuk korban dibagian leher kiri korban. Akibatnya, korban mengalami luka dan harus dilarikan ke rumah sakit. Pelaku sempat melarikan diri setelah menusuk korban namun tim Resmob dari Polsek Penjaringan yang dipimpin AKP Rohmad berhasil menangkap pelaku.

BACAAN TERKAIT