Rabu, 30 Juni 2021

Hambali, Dalang Bom Bali Akan Diadili Militer AS Mulai 30 Agustus


Hambali, terdakwa kasus bom Bali tahun 2002 dan serangan teror di hotel-hotel Jakarta tahun 2003 akan mulai diadili pada Agustus mendatang. Hambali akan diadili oleh militer Amerika Serikat (AS) di penjara Guantanamo Bay.

Seperti dilansir The Straits Times, Selasa (29/6/2021), Riduan Isamuddin alias Hambali dan dua terdakwa lainnya akan menghadapi dakwaan resmi di hadapan komisi militer AS di Guantanamo Bay pada 30 Agustus mendatang.

Hambali (57) ditangkap di Ayutthaya, Thailand, pada 14 Agustus 2003 dalam operasi gabungan AS-Thailand dan dipindahkan ke Guantanamo pada September 2006. Para penyidik meyakini dia menjadi dalang atas strategi organisasi teror Jemaah Islamiyah (JI) menyerang sasaran empuk.

JI sebelumnya dikaitkan dengan Al-Qaeda dan kemudian dengan Islamic State of Iraq and Syria (ISIS).

Hambali baru didakwa secara resmi oleh jaksa militer AS pada Januari 2021, atau sekitar 18 tahun setelah dia ditangkap. Sosoknya masih menjadi buronan di Malaysia, Singapura dan Filipina terkait berbagai rencana aksi teror.

Pada Desember 2001, sebanyak 15 anggota JI ditangkap di Singapura karena merencanakan serangan terhadap gedung-gedung pemerintah, kedutaan asing dan tentara As di negara tersebut.

Dakwaan jaksa militer AS menyebut JI, dengan dukungan Al-Qaeda, melakukan pengeboman terhadap klub-klub malam di Bali pada 12 Oktober 2002 yang menewaskan 202 orang. Kelompok itu juga disebut terlibat dalam serangan bom pada 5 Agustus 2003 di hotel JW Marriott dan Ritz Carlton, Jakarta Selatan, yang menewaskan 12 orang dan puluhan lainnya luka-luka.

Dakwaan itu mencantumkan Hambali sebagai ‘Encep Nurjaman, juga dikenal sebagai Riduan bin Isomudan, alias Hambali’.

Dua terdakwa lainnya yang juga akan diadili militer AS adalah Mohammed Nazir Bin Lep alias Lillie dan Mohammed Farik Bin Amin alias Zubair. Keduanya yang merupakan warga negara Malaysia, disebut dakwaan jaksa militer AS sebagai pembantu Hambali di JI, yang menurut dokumen Guantanamo, telah menjalani pelatihan oleh Al-Qaeda.

Lembar dakwaan jaksa militer AS tertanggal April 2019 menjabarkan, dengan detail mengerikan, perencanaan oleh ketiga terdakwa untuk serangan di Bali dan Jakarta, dan serentetan rencana serangan lainnya terhadap warga AS dan kepentingan AS — termasuk gagasan menyerang tentara AS dan menenggelamkan kapal perang AS di Singapura. Ketiga terdakwa disebut sebagai ‘pelaku utama, sebagai rekan konspirator, dan sebagai partisipan’.ad

Jababeka industrial Estate

Dokumen dakwaan juga mengklasifikasikan ketiganya sebagai ‘musuh asing yang tidak memiliki hak istimewa’.

Disebutkan juga bahwa ketiga terdakwa diadili pada 30 Agustus atas ‘pelanggaran yang bisa diadili oleh komisi militer, termasuk pembunuhan yang melanggar hukum perang, percobaan pembunuhan yang melanggar hukum perang, secara sengaja memicu cedera tubuh yang serius, terorisme, menyerang warga sipil, menyerang objek sipil dan penghancuran properti yang melanggar hukum perang’.

Pengacara pembela ketiga terdakwa yang ditunjuk militer AS akan mendampingi mereka. Salah satu poin utama yang akan disampaikan dalam persidangan adalah Hambali disiksa di dalam penjara Guantanamo.

Dokumen dakwaan juga menyebut keterlibatan ketiga terdakwa untuk bersekongkol dengan Al-Qaeda.

“Dari atau sekitar Agustus 1996 hingga dari atau sekitar Agustus 2003, di beberapa lokasi di dalam atau sekitar Afghanistan, Asia Tenggara dan tempat lainnya, ketiganya secara sadar bersekongkol dan sepakat dengan… Osama bin Laden, Khalid Shaikh Mohammad, Abu Ba’asyir, Abdullah Sungkar dan yang lainnya, yang diketahui dan tidak diketahui,” demikian bunyi penggalan dakwaan tersebut.

Komisi militer Guantanamo diketahui merupakan pengadilan militer yang mendapat wewenang dari perintah kepresidenan AS, oleh Undang-undang Komisi Militer tahun 2006 dan oleh Undang-undang Komisi Militer tahun 2009 untuk mengadili tahanan yang ditahan di kamp penahanan Guantanamo Bay.

Sumber : news.detik.com

Komentar

mood_bad
  • Belum ada komentar.
  • Tambahkan komentar

    BACAAN TERKAIT