Kamis, 3 Januari 2019

Langkah Kaki ke Masjid Selamatkan Hengki dan Farel Dari Longsor Maut Sukabumi


Finroll.com – Hari sudah petang di penghujung tahun 2018, suatu senja yang teduh karena semilir angin pegunungan merayapi Kampung Cimapag, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi.

Seluruh masyarakat bersiap merayakan pergantian tahun 2019 dengan suka cita. Tak ada yang berpikir jika hari terakhir di tahun 2018 juga menjadi hari terakhir mereka di bumi. Termasuk dengan kedua orang tua dari kakak beradik, Hengki dan Farel.

Dalam kejadian itu, ayah dan ibu mereka harus meninggalkan keduanya lebih dulu karena tertimbun material tanah dan bangunan, beberapa meter di bawah tanah.

Kisah mereka dibagikan oleh Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil yang kebetulan meninjau lokasi longsor sehari yang lalu. Kang Emil bercerita, jika Hengki dan Farel selamat karena keduanya sedang menuju masjid untuk mengaji dan shalat berjamaah.

Langkah Kaki ke Masjid Selamatkan Hengki dan Farel Dari Longsor Maut Sukabumi
Foto: Instagram/@ridwankamil

 

“Hengki dan Farel, kakak beradik ini menjadi yatim piatu karena kedua orang tua tercintanya menjadi korban longsor di Desa Sirnaresmi, Cisolok, Sukabumi,” tulis Emil dalam akun instagramnya, yang dilihat Finroll.com, Kamis (3/1).

“Tanpa mereka ketahui, Allah selamatkan mereka berdua, karena pada saat magrib (saat longsor besar), mereka sedang berjalan kaki mau shalat magrib dan mengaji di masjid terdekat,” lanjut Emil.

Baca Lainnya: 15 Orang Orang Ditemukan Meninggal Dalam Longsor Cisolok Sukabumi

Dalam gambar yang di unggah Emil, Hengki dan Farel masih menyiratkan wajah kosong akibat kesedihan yang amat mendalam. Bencana tersebut, tidak hanya menghancurkan rumah dan ladang, namun juga merenggut orang tua dari kedua anak yang masih membutuhkan kasih sayang.

Melihat keadaan itu, Ridwan Kamil menegaskan siap menanggung biaya dan kehidupan Hengki dan Farel hingga tumbuh dewasa dan mandiri. Semata, demi kemanusiaan.

Jababeka industrial Estate

“Insya Allah ke depannya, hidup keduanya akan saya dan Bu Cinta @ataliapr (istri Ridwan Kamil) urus, sampai mereka dewasa dan mandiri,” paparnya.

Bencana alam memang tidak mengenal waktu, golongan, hingga agama ketika menerjang manusia. Namun, kita sebagai makhluk ciptaan-Nya harus kuat dan tabah dalam menjalani setiap cobaan dari Yang Maha Kuasa. Di balik bencana alam yang menyisakan pilu, nun jauh disana, di masa depan, pasti ada pelajaran dan hikmah yang bisa kita petik.

“Semoga Allah selalu melindungi Hengki dan Farel, dan memberikan ketabahan lahir batin karena kehilangan orang tua kandungnya. Aamiin,” tutup Emil.

BACAAN TERKAIT