Selasa, 10 Agustus 2021

Nakes yang Suntikan Vaksin Kosong di Pluit, Menangis Ngaku Menyesal dan Lalai


Satreskrim Polrestro Jakarta Utara menetapkan tenaga kesehatan (Nakes) berinisial EO sebagai tersangka dalam kasus pemberian vaksin kosong di salah satu sekolah di Penjaringan, Jakarta Utara. EO merupakan vaksinator penyuntikan vaksin kosong tersebut.

“Nakes tersebut melanggar Pasal 14 UU Nomor 4 tahun 1984 tentang Wabah Menular. Ancaman hukumannya satu tahun penjara,” ujar Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Yusri Yunus di Polres Metro Jakarta Utara seperti dilansir Tempo, Selasa (10/8/2021)

Kasus ini bermula dari video yang beredar di media sosial. Dalam unggahan akun Twitter @Irwan2yah, peristiwa itu disebut terjadi di sentra vaksinasi di Sekolah IPK Pluit, Jakarta Utara, pada Jumat (6/8/2021) siang. “Saya ingin berbagi informasi. Kejadian di Sekolah IPK Pluit Timur. Tgl 6/8/21. Jam 12.30 suntikan vaksinasi, ternyata suntik kosong. Setelah Protes dan cuma kata maaf, akhirnya disuntik kembali. Agar dapat diperhatikan. Sebarkan agar suster tersebut diproses,” kata dia. Video itu kemudian mendapat berbagai respons dari banyak warganet dan ramai diperbincangkan.

“Saya mohon maaf terlebih terutama kepada keluarga dan orang tua anak yang telah saya vaksin saya mohon maaf yang sebesar-besarnya,” kata EO sambil menangis.

“Saya juga minta maaf kepada seluruh masyarakat Indonesia yang telah diresahkan dengan kejadian ini. Saya akan mengikuti segala proses yang saya akan jalani kedepan saya mohon maaf,” ucap EO.



CIMB NIAGA


Komentar

mood_bad
  • Belum ada komentar.
  • Tambahkan komentar

    BACAAN TERKAIT