Selasa, 4 Juni 2019

Pelaku Amatir hingga Seruan Jangan Takut, 7 Fakta Bom Bunuh Diri Kartasura


Polisi terus menyelidiki aksi bom bunuh diri di Pos Pengamanan (Pospam) Pantau Mudik Lebaran Simpang Tiga Tugu Kartasura, Sukoharjo, Jawa Tengah, Senin (3/6/2019). Beberapa fakta baru terungkap, baik dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) maupun menyangkut profil pelaku.

Redaksi merangkum tujuh fakta terbaru aksi bom bunuh diri yang sudah terkonfirmasi kebenarannya. Berikut ulasannya;

1. Bom Bunuh Diri Terjadi H-2 Lebaran

Bom bunuh diri meledak di Pos Pengamanan (Pospam) I Tugu Kartasura, Jalan Ahmad Yani, Sukoharjo, Jawa Tengah, Senin (3/6/2019) pukul 22.30 WIB. Tepatnya di pos pantau mudik Lebaran 2019.

Peristiwa ini terjadi dua hari (H-2) menjelang Hari Raya Idul Fitri 1440 Hijriah yang jatuh pada 5 Juni.

Seorang pria yang diduga pelaku menjadi korban dan mengalami luka-luka di bagian tangan, kaki dan perut. Tidak ada korban dari masyarakat sipil maupun polisi, meski di pos saat itu ada tujuh anggota yang sedang bertugas.

2. Ledakan Bom Targetkan Polisi

Kapolda Jawa Tengah (Jateng) Irjen Pol Rycko Amelza Daniel mengatakan, ledakan di Pos Pengamanan (Pospam) Tugu Kartasura, Kabupaten Sukoharjo, merupakan serangan kepada petugas kepolisian.

“Ini serangan kepada petugas polisi dan bukan yang pertama kali. Karena itu kami mengimbau masyarakat agar tidak khawatir untuk tetap melanjutkan aktivitas. Kami tetap menjamin kelancaran pemudik,” ujarnya saat meninjau lokasi kejadian, di Sukoharjo, Selasa (4/6/2019) dini hari.

Sebelum peristiwa ledakan bom bunuh diri, sebelumnya ada dua pos polisi yang terbakar dan masih dalam penyelidikan. Yakni pos polisi Fajar Indah di Solo dan Delanggu di Klaten.

CIMB NIAGA

3. Korban Jiwa Nihil

Polisi memastikan tidak ada korban jiwa dalam aksi bom bunuh diri di Pospam Kartasura. Baik dari masyarakat sipil maupun polisi. Satu orang menjadi korban diduga sebagai pelaku.

“Sejauh ini belum ada korban lain. Saat terjadi ledakan, ada tujuh petugas polisi yang memantau arus mudik karena kendaraan yang menuju selatan cukup padat. Empat petugas di dalam pos dan tiga bertugas di lalu lintas. Alhamdulillah selamat,” kata Kapolda Jateng Irjen Pol Rycko Amelza Daniel.

4. Pelaku Terpapar Paham ISIS

Mabes Polri menduga pelaku bom bunuh diri terpapar paham ISIS secara individu. Namun pelaku tak berafiliasi dengan kelompok jaringan teroris manapun.

“Pemeriksaan awal, pelaku ini merupakan suicide bomber. Dia secara individu terpapar paham ISIS, namun belum ada keterkaitan yang bersangkutan ikut sebuah jaringan. Baik JAD Jateng maupun kelompok lain,” ujar Karo Penmas Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo, Selasa (4/6/2019).

Selain itu, rekam jejak yang bersangkutan belum terbaca dan mungkin tidak memilikinya dalam jaringan terorisme. Namun punya pelaku memiliki kemampuan merakit bom low explosive.

5. Pelaku Amatiran dan Jualan Gorengan

Identitas pelaku bom bunuh diri diketahui bernama Rafik Asarrudin (22). Dia merupakan warga asal Kampung Kranggan Kulon RT 01/RW 02, Desa Wirogunan, Kartasura, Kabupaten Sukoharjo, Jateng. Pengungkapan identitas ini berdasarkan hasil identifikasi sidik jari.

Melihat aksi dan ledakan bom bunuh diri, polisi menduga pelaku seorang pemula yang masih amatiran.

Dalam aksinya, pelaku menggunakan bom pinggang. “Yang bersangkutan menggunakan jenis bom pinggang sehingga ketika terjadi ledakan melukai sebagian perut dan tangan yang bersangkutan,” kata Brigjen Pol Dedi Prasetyo di Mabes Polri.

Polisi juga telah mengonfirmasi jika pelaku merupakan seorang penjual gorengan.

6. Ganjar Serukan Jangan Takut Teror Bom

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta masyarakat tidak perlu takut dengan adanya teror bom bunuh diri yang terjadi di Pos Pengamanan Pertigaan Tugu Tani Kartasura pada Senin (3/6/2019) malam. Menurutnya, tujuan pelaku teror itu membuat masyarakat takut.

“Kita harus melawan. Kita tidak boleh takut dengan aksi itu,” kata Ganjar di Purworejo, Selasa (4/6/2019).

Dia menyebutkan, bukti masyarakat Jateng tidak takut aksi teror bom bunuh diri dengan tak terjadi kepanikan maupun trauma di kalangan masyarakat. Hal ini dinilainya sangat positif sebagai awal dari perlawanan masyarakat terhadap aksi terorisme.

7. Kondisi Pelaku Bom Bunuh Diri Stabil

Polisi telah menetapkan Rafik Asarrudin (22) sebagai tersangka kasus dugaan bom bunuh diri di Pospol Kartasura, Senin (3/6/2019) malam.

Namun pihaknya masih akan memeriksa pelaku jika kondisinya sudah pulih Karo Penmas Mabes Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan, kondisi kesehatan pelaku bom bunuh diri cukup stabil. Dia mengalami luka di perut, tangan dan kaki.

“Yang bersangkutan kondisi kesehatannya cukup stabil dan bisa berkomunikasi,” kata Brigjen Dedi di Mabes Polri, Jakarta, Selasa.

Namun demikian penyidik Densus 88 Antiteror belum meminta keterangan dari RA dan masih menunggu kondisi kesehatannya pulih. “Yang penting kondisinya stabil bisa diwawancara singkat,” tuturnya.

BACAAN TERKAIT