Senin, 11 Januari 2021

Relief Tersembunyi Jaman Soekarno Ditemukan Saat Renovasi Sarinah


Relief di lantai dasar Gedung Sarinah kembali dibuka. Menambah khasanah seni rupa Indonesia dari era Sukarno.

Pada masa pandemi ini, Gedung Sarinah menjadi pembicaraan akibat penutupaan gerai cepat saji yang viral di media sosial. Di balik pembicaraan kenangan warga Jakarta akan resto cepat saji tadi, sebenarya ada sejarah Sarinah yang terlupakan. Sejarah yang hendak diangkat kembali dalam renovasi Gedung Cagar Budaya ini.

Ada sejumlah hal menarik dari Gedung Sarinah yang laik disematkan status sebagai cagar budaya. Pertama, terdapat relief di balik gerai restoran cepat saji tersebut. Relief ini menggambarkan kehidupan masyarakat Indonesia pada saat sebelum kemerdekaan.

foto : historia.id

Secara umum, relief tersebut menggambarkan beberapa sosok petani, pedagang dengan pikulan berisi ikan hingga perempuan membawa bakul hasil panen. Dalam video Candrian disebutkan bahwa relief ini kemungkinan ditutup pasca-kebakaran tahun 1984. Namun belum ada informasi pasti perihal itu.

Yuke Ardhiati, penulis buku Bung Karno Sang Arsitek, menyebut bahwa informasi mengenai relief itu belum bisa dipublikasikan dan menunggu konferensi pers resmi dari pihak PT Sarinah. Siapa seniman yang membuat patung tersebut juga belum bisa dipastikan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun berbagai sumber, relief dan patung ini berlokasinya di belakang gerai restoran cepat saji McD. Tepatnya berada di ruang mekanikal dan elektrikal gedung perkantoran tersebut.

Dalam rancangan pengembangan Sarinah, relief dan patung ini akan dibongkar dan dipindahkan untuk di pajang di halaman utama Gedung Sarinah, serta dilengkapi dengan narasi mengenai cerita dari relief dan patung tersebut.

Pembangunan gedung Sarinah dimulai dengan peletakan batu pertama pada 17 Agustus 1962 oleh Presiden Sukarno. Sukarno menginginkan Sarinah bisa menjadi department store untuk mengatur harga sekaligus menyokong ekonomi sosialis. Ia juga menegaskan bahwa yang dijual di Sarinah adalah barang hasil berdikari.

“Barang bikinan Indonesia. Yang boleh impor hanya 40 persen. Tidak boleh lebih. Enam puluh persen mesti barang kita sendiri. Jual-lah di situ kerupuk udang bikinan sendiri. Jual-lah di situ potlot kita sendiri ,” kata Sukarno dalam Sidang Paripurna Kabinet Dwikora, 15 Januari 1966, yang termuat dalam Revolusi Belum Selesai.

Gedung yang diberi nama dari nama pengasuh Sukarno itu diresmikan pada 17 Agustus 1966. Sarinah menjadi salah satu proyek mercusuar Sukarno bersama Monumen Nasional, Stadion Gelora Bung Karno, dan berbagai patung di Jakarta.

Jababeka industrial Estate

Dalam pembangunan proyek-proyek tersebut, Sukarno kerap menambahkan patung, relief maupun mozaik. Patung, relief, dan mozaik itu digunakan untuk menunjukkan unsur keindonesiaan dalam sebuah bangunan. Beragam unsur kebudayaan dan mitologi dirangkai menjadi tamansari wajah Indonesia.

Disulap Lebih Modern, Intip Mewahnya Sarinah Tahun Depan

Pusat perbelanjaan pertama di Indonesia, Sarinah sedang direnovasi dan direvitalisasi. Perbaikan ruang komersial ini ditargetkan akan selesai 17 Agustus 2021 mendatang.

Direktur Utama Sarinah Fetty Kwartati menyatakan, Sarinah ke depan tidak cuma jadi pusat perbelanjaan biasa, tapi juga punya sederet fasilitas modern dan mengedukasi seperti amfiteater, co-working space bahkan museum.

“Bicara konsep bisnis, sangat in-line sekali bahwa Sarinah harus transform dari konsep bisnsinya. Maka kami usulkan ada 4 area yang menjadi konsep bisnis Sarinah kedepan yaitu retail, trading, digital, dan properti,” ujar Fetty dalam tayangan virtual, Selasa (18/8/2020).

Fetty melanjutkan, Sarinah terkenal sebagai toserba atau department store. Hal akan ditransformasikan sebagai specialty store karena ini lebih relate dan relevan dengan kekinian konsumen dan pola belanja modern.

Nantinya, specialty store akan memuat banyak produk fashion, shoes craft, health and beauty, accessories dan bag dan lainnya.

Lalu, ada pula konsep food and beverage. Menurut Fetty, konsep ini adalah konsep ritel yang sangat resilien dan ini sangat in-line dengan Indonesia yang memiliki culinary culture.

“Makanan nusantara begitu kaya dan Sarinah sangat releven dalam hal food and beverage. Jadi akan ada Sarinah Coffee, liga chef, Sarinah Food Court dan Culinary Culture Center,” jelasnya.

Kemudian ke depan, Sarinah juga akan merambah turis-turis mancanegara melalui toko duty free yang berpotensi untuk berpartner dengan international player.

Nantinya, kategori produknya bakal meliputi, LTC, perfume and cosmetic, fashion, confectionary, namun tetap memberi porsi besar untuk produk UMKM dan lokal.

“Kemudian ada cultural zone, adalah konsep baru dimana kami akan sangat memberikan edukasi mengenai culture, ada food culture, art culture, dan experience dan education,” katanya.

Bahkan, Sarinah juga menyediakan co-working space karena tren zaman sekarang, orang-orang senang bekerja dan berkumpul di co-working space.

Sarinah juga akan mengimplementasikan konsep trading house, dimana para pelaku usaha melakukan showcase produk UMKM yang telah terkurasi dengan kategori luas. Konsep ini diyakini bisa menjadi meeting hub antara mitra internasional dan UMKM.

“Harapannya Sarinah bisa menjadi agregator dan memperoleh big data untuk UMKM dan memasarkannya secara digital maupun offline, kami juga bisa bermitra dengan ITPC dan Kedutaan Besar di luar negeri,” katanya.

Produk sarinah nantinya akan melalui proses capacity builder bekerja sama dengan Smesco, pihak swasta dan Kementerian lain untuk membuat UMKM naik kelas. Nantinya, Sarinah akan menjadi wadah ekspor dan meningkatkan kualitas produk dari sisi desain.

Intinya, konsep Sarinah tidak akan sama seperti mall besar di Jakarta yang sudah mainstream, namun mengandalkan aktivitas komunitas di dalamnya.

“Konsep yang akan kami angkat yaitu konsep community mall, jadi tidak head-to-head dengan GI (Grand Indonesia), PI (Plaza Indonesia), atau mall lainnya, tapi menjadi mal khusus dan unik karena mengandalkan komunitas, neighborhood dan public engagement yang akan menjadi daya tarik khusus Sarinah,” tuturnya.

BACAAN TERKAIT