Jumat, 26 Februari 2021

Seekor Bayi Orca Ditemukan Terdampar di Sulawesi Utara


Seekor bayi paus pembunuh atau Orca diketahui terdampar di Sulawesi Utara. Mungkinkah ini merupakan kawanan paus pembunuh yang terlihat di Pulau Biak?

Bayi Orca tersebut ditemukan di Perairan Inobonto, Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara. Keberadaan orca diketahui hanya berselang 3 hari setelah penampakan gerombolan paus pembunuh di Pulau Biak.

Analisis Terdamparnya Orca

Melalui analisis cepat yang dilakukan oleh Peneliti Madya Bidang Oseanografi pada Pusat Riset Kelautan Kementerian Kelautan dan Perikanan, Dr Widodo Pranowo, kemungkinan Orca ini tersesat sesaat sebelum kawanannya memasuki Pulau Biak.

finroll bayiorca

“Berdasarkan data suhu permukaan laut dan salinitas (kadar garam) sepanjang waktu 10 hingga 26 Juni, ada hal yang menarik yang bisa dipelajari. Orca suka akan suhu air laut antara 27 hingga 32 derajat celsius, dan salinitas antara 35 PSU dan 39 PSU atau bisa juga mencapai 40 PSU,” ujar Widodo.

Melalui eksperimen filterisasi salinitas menggunakan suhu permukaan laut 31 derajat celsius, didapatkan bahwa zonasi yang mempunyai kemungkinan disukai oleh Orca.

Secara teoritik habitat terdekat orca adalah di sekitar timur perairan Jepang. Mungkin saja ada sekelompok orca yang bermigrasi dari bumi bagian selatan menuju bumi bagian utara dan menuju ke arah Laut Sulawesi. Kemudian terdampar di pesisir utara wilayah Provinsi Sulawesi Utara.

Perumpamaan Migrasi Orca dengan Film Finding Nemo

Agar lebih mudah untuk dibayangkan, apakah Anda ingat dengan film “Finding Nemo”? Ketika bermigrasi menempuh jarak jauh, mungkin saja Orca mengendarai aliran massa air, seperti yang dilakukan oleh Ayah Nemo dan Dori.

“Diduga kelompok Orca mengendarai aliran massa air yang dikenal sebagai New Guinea Counter Current (NGCC) yang menyusuri pesisir utara Papua, melewati perairan Biak menuju kawasan utara Kepala Burung dan melewati perairan Raja Ampat. Orca tersebut masih mengendarai aliran massa air tersebut melewati timur perairan Halmahera,” kata Widodo.

Apabila Orca bermigrasi menuju ke Bumi Belahan Utara, maka rute utama yang ditempuh adalah dengan tetap mengendarai aliran massa air yang dibelokkan oleh arus bernama Halmahera Eddy. Massa air ini menuju ke timur, ketika energi Halmahera Eddy telah melemah, kemudian massa air akan dibelokkan ke Utara.

“Alternatif lain dari rute utama adalah menyusuri timur Mindanau kemudian menuju ke utara. Kilas balik kepada film Finding Nemo, Ayah Nemo dan Dori mengendarai aliran massa air. Kemudian melepaskan diri dari aliran massa air tersebut ketika memutuskan untuk stop di suatu perairan terdekat untuk meneruskan misinya mencari Nemo,” cerita Widodo.

infimas Mulia

Dari mekanisme ini bisa saja terjadi pada sekelompok Orca tersebut. Ada beberapa Orca yang tidak sengaja terlepas atau sengaja melepaskan diri dari aliran massa air ketika berada di timur laut Pulau Halmahera.

“Orca tersebut diduga terjebak dan terbawa aliran massa air yang menuju ke Laut Sulawesi. Aliran massa air ini hanya berputar-putar di Basin Laut Sulawesi, termasuk menyusuri pesisir Utara dari Sulawesi Utara, hingga kemudian menyesatkannya ke perairan Inobonto, Bolaang Mongondow,” tambahnya.

Apabila Orca tersebut tidak bisa menemukan aliran yang membawanya kembali ke rute utama migrasinya ke bumi bagian utara, maka untuk sementara waktu dia akan terjebak di basin Laut Sulawesi, hanya berputar-putar di sekitar laut tersebut.

“Apabila ikan-ikan kecil sebagai makanan Orca melimpah maka Orca akan survive menunggu hingga waktu yang tepat dia mendapatkan aliran massa air yang bisa dikendarainya kembali ke habitat aslinya,” jelasnya.

“Namun hasil analisis ini masih perlu dilakukan pendalaman riset yang lebih komprehensif agar dapat mengetahui kronologis dan penyebab sebenarnya dari tersesatnya Orca,” pungkas Widodo.

(Sumber : detiktravel.com)

BACAAN TERKAIT