Kamis, 3 Juni 2021

Sejarah Kerajaan Gowa Tallo dan Jejak Peninggalannya


Kerajaan Gowa Tallo merupakan kerajaan bercorak Islam terbesar di Sulawesi Selatan. Kerajaan Gowa Tallo berdiri sekitar abad ke-16. Kerajaan Gowa Tallo dikenal juga dengan Kerajaan Makassar.

Kerajaan Gowa-Tallo adalah kerajaan gabungan dari Kerajaan Gowa serta Kerajaan Tallo yang dimiliki oleh dua bersaudara. Pada pemerintahan Raja Daeng Matanre Karaeng Tumapa’risi Khallona, kedua kerajaan ini dipersatukan.

Gowa dan Tallo bersatu atas dasar kesepakatan, sehingga rakyatnya tidak memihak siapapun namun memiliki dua raja yang masing-masing punya wilayah kekuasaan.

Di akhir abad ke-16, Sultan Alauddin menjadi raja pertama yang memeluk Islam di Kerajaan Gowa Tallo. Ini sekaligus penanda Kerajaan Gowa Tallo menjadi kesultanan.

Pertumbuhan Islam di Gowa semakin pesat. Pada tahun kedua kesultanan, semua rakyat berhasil diislamkan.

Masa Kejayaan Kerajaan Gowa Tallo

ilustrasi sultan hasanuddin
Masa kejayaan Kerajaan Gowa Tallo terjadi saat berada di bawah pimpinan Sultan Hasanuddin, Raja Gowa ke-16, sekaligus pahlawan nasional Indonesia. (Ilustrasi Sultan Hasanuddin Ahmad.baddawi via Wikimedia Commons (CC-BY-SA-4.0)

Kerajaan Gowa Tallo mencapai puncak kejayaannya saat berada di bawah pimpinan Sultan Hasanuddin pada 1653-1669. Raja Gowa ke-16 yang juga bergelar pahlawan nasional ini berhasil memajukan pendidikan dan kebudayaan Gowa Tallo.

Sosok Sultan Hasanuddin yang berjuluk Ayam Jantan dari Timur ini dikenal tidak mudah terpengaruh oleh asing. Dia juga menentang keras kehadiran VOC saat menguasai sebagian kerajaan-kerajaan kecil di Sulawesi.

Pada masa keemasan Kerajaan Gowa Tallo, wilayah ini pernah menjadi pusat perdagangan terbesar di Indonesia bagian timur. Ada banyak saudagar muslim dari berbagai wilayah yang datang ke Gowa dengan tujuan untuk berdagang.

Kerajaan Gowa Tallo juga bersifat maritim karena sebagian besar masyarakatnya berprofesi sebagai nelayan.

Runtuhnya Kerajaan Gowa Tallo

Saat VOC menguasai sebagian besar kerajaan kecil di Sulawesi, Sultan Hasanuddin berupaya melawannya dengan bantuan dari satuan kekuatan seluruh kerajaan Indonesia Timur.

CIMB NIAGA

Peperangan melawan Belanda saat itu langsung dipimpin oleh Sultan Hasanuddin. Namun, penjajah justru menambah pasukan yang membuat kubu Gowa melemah dan terdesak.

Pada 1667, Kerajaan Makassar mengakui kekalahannya dengan bersedia menandatangani Perjanjian Bongaya. Perjanjian ini dinilai merugikan Gowa.

Pertempuran dengan pihak penjajah pun kembali terjadi. Saat itu, VOC kembali meminta pasukan tambahan yang akhirnya berhasil merobohkan benteng kekuasaan Kesultanan Gowa.

Pasca kalah, Sultan Hasanuddin turun tahta dan mengundurkan diri dari kerajaan. Perjanjian tersebut disebut-sebut sebagai penyebab runtuhnya Kesultanan Gowa.

Kesultanan Makassar mulai mengalami transisi kepemimpinan. Saat dipimpin Sultan Muhammad Abdul Kadir Aidudin, kesultanan resmi menjadi bagian dari Republik Indonesia.

Peninggalan Kerajaan Gowa Tallo

Kerajaan Gowa Tallo banyak meninggalkan bukti sejarah yang dapat dilihat hingga saat ini. Berikut jejak peninggalan Kerajaan Gowa Tallo.

1. Istana Balla Lompoa
Balla Lompoa merupakan istana yang pernah menjadi hunian para Raja Gowa dan terletak di Kota Sungguminasa. Saat ini, Istana Balla Lompoa sudah menjadi situs budaya.

2. Istana Tamalate
Selain Balla Lompoa, ada juga Istana Tamalate sebagai jejak peninggalan dari kejayaan Kesultanan Gowa yang juga berlokasi di Kota Sungguminasa.

3. Masjid Katangka
Masjid Katangka atau saat ini disebut Masjid Al-Hilal adalah salah satu masjid tertua di Sulawesi Selatan yang dahulu menjadi masjid Kesultanan Gowa.

4. Benteng Somba Opu
Benteng Somba Opu termasuk saksi bisu sejarah Kerajaan Makassar yang sebelumnya dijadikan pusat pemerintahan sekaligus perdagangan.

5. Benteng Fort Rotterdam

Fort Rotterdam atau Benteng Ujung Pandang merupakan bekas markas pasukan katak Kerajaan Gowa Tallo yang setelah Perjanjian Bongaya menjadi milik Belanda.

Itulah sejarah Kerajaan Gowa Tallo mulai dari masa berdirinya, masa kejayaan, runtuhnya Kerajaan Gowa Tallo, dan jejak peninggalan Gowa Tallo.

sumber :cnnindonesia.com

Komentar

mood_bad
  • Belum ada komentar.
  • Tambahkan komentar

    BACAAN TERKAIT