Selasa, 8 Oktober 2019

Setelah Diresmikan, Gubernur DKI Minta Masyarakat Jaga Kebersihan Bioskop Rakyat


Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meminta masyarakat untuk menjaga kebersihan dan fasilitas saat meresmikan bioskop rakyat Indiskop yang berlokasi di Pasar Teluk Gong, Jakarta Utara.

Anies meresmikan bioskop rakyat yang telah beroperasi sejak Juni dan bertema “Edusinema, Ruang Kreatif, Kuliner Indonesia” tersebut pada Senin (7/10).

Dalam keterangan tertulis, Anies berharap bioskop ini jadi fasilitas masyarakat bisa menonton film di bioskop dengan harga yang terjangkau.

“Babak baru bioskop untuk rakyat yang ada di Jakarta. Indiskop ini menjadi kesempatan bagi masyarakat Jakarta untuk bisa menonton di bioskop dengan harga yang terjangkau,” kata Anies.

Selain itu Anies mengingatkan agar masyarakat turut menjaga kebersihan, kerapihan, ketertiban serta tidak merusak fasilitas yang ada di dalam bioskop.

“Harga boleh murah, pengelolaan penuh dengan nuansa Indonesia, tapi begitu sampai kebersihan, tunjukkan tempat ini sama bersih dan modern dengan tempat-tempat lain yang harga tiketnya mahal,” kata dia.

Pembangunan bioskop itu dilakukan Pemprov DKI bersama dengan Perumda Pasar Jaya dan PT. Kreasi Anak Bangsa (Keana Films-Production) serta Badan Ekonomi Kreatif Ekonomi Kreatif Indonesia (Bekraf).

Indiskop ini terdiri dari dua studio dengan 110 kursi penonton setiap studionya. Selain itu, pada Senin hingga Jumat harga tiket dijual Rp18 ribu.

Sedangkan pada akhir pekan, tiket bioskop rakyat ini dijual seharga Rp25 ribu. Film diputar pada pukul 13.00 WIB setiap harinya selama sosialisasi.

Anies juga menambahkan, bioskop ini akan menambah peluang usaha bagi para UMKM karena juga menyediakan tempat untuk berjualan.

Jababeka industrial Estate

Di sisi lain, Manajer Operasional Indiskop Almi Rusdi mengatakan hanya film Indonesia yang akan diputar di bioskop tersebut.

“Perlu digarisbawahi, konsep bioskop ini memang inginnya agar semua kalangan bisa menonton. Film-filmnya hanya film Indonesia, itu juga akan dipilih kembali film yang mendidik,” kata Almi, saat CNNIndonesia.com berkunjung ke bioskop rakyat itu pada Sabtu (6/7).

Selain bioskop, Indiskop juga memiliki ruang kreatif dan edukasi untuk masyarakat. Ruang itu, kata Almi, bisa digunakan sebagai wadah bedah film hingga workshop.

Fasilitas dan pelayanan yang disuguhkan Indiskop tak jauh berbeda dengan bioskop pada umumnya. Perbedaan hanya terlihat dari konsepnya yang lebih sederhana.

Kursi terasa nyaman, pendingin ruangan berfungsi, kamera CCTV terpampang di beberapa sudut, audio dan layar yang digunakan tak mengecewakan. Beda hanya terletak pada kenyamanan, juga aturan yang masih tampak bebas.

Tengok saja suasana menonton bioskop. Anak-anak berlarian, berteriak, bahkan bertengkar satu sama lain saat film diputar. Belum lagi keriuhan saat mereka berpindah-pindah kursi dan menendang kakinya ke bagian belakang kursi layaknya bocah kegirangan.

“Memang, salah satu kendala belum bisa diatur penontonnya. Kami sudah memperingati mereka. Ya, ini proses mengedukasi juga lah. Semoga nanti pelan-pelan paham,” ujar Almi.

BACAAN TERKAIT