Jumat, 7 Desember 2018

Video Detik-Detik Angin Puting Beliung Terjang Kota Bogor


Finroll.com – Wilayah Kota Bogor, Jawa Barat, diterjang angin puting beliung pada Kamis (6/12/2018) sore. Angin puting beliung itu menyebabkan ratusan rumah rusak dan satu orang meninggal dunia.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menjelaskan, puting beliung merupakan fenomena cuaca alamiah yang biasa terjadi.

“Kejadian hujan lebat disertai kilat/petir dan angin kencang berdurasi singkat lebih banyak terjadi pada masa transisi/pancaroba musim baik dari musim kemarau ke musim hujan atau sebaliknya dan musim hujan saat kondisi cuaca cerah dan terik,” kata Kepala Bagian Hubungan Masyarakat BMKG Hary Tirto Djatmiko, Jakarta, Kamis.

Menurut dia, ada tanda-tanda yang bisa diwaspadai sebelum puting beliung terbentuk. Tanda-tanda potensi ini bisa dideteksi mulai sehari sebelumnya. Namun, untuk prediksi secara spesifik hanya bisa didapat 0,5-1 jam sebelum puting beliung terbentuk.

Dia menuturkan, sifat puting beliung/angin kencang berdurasi singkat dan sangat lokal. Luasannya berkisar 5-10 km. Waktunya juga singkat, kurang dari 10 menit.

“Lebih sering terjadi pada peralihan musim (pancaroba). Lebih sering terjadi pada siang atau sore hari, dan terkadang menjelang malam hari. Dia juga bergerak secara garis lurus. Tidak bisa diprediksi secara spesifik, hanya bisa diprediksi 0,5-1 jam sebelum kejadian jika melihat atau merasakan tanda-tandanya dengan tingkat keakuratan < 50 persen,” tutur Hary.

Selain itu, lanjut dia, angin kencang ini hanya berasal dari awan Cumulonimbus (Cb), bukan dari pergerakan angin monsoon maupun pergerakan angin pada umumnya. Tetapi tidak semua awan Cb menimbulkan puting beliung.

“Kemungkinannya kecil untuk terjadi kembali di tempat yang sama,” kata Hary.

BACAAN TERKAIT