Selasa, 1 Juni 2021

AJI desak polisi tuntaskan kasus pembakaran rumah wartawan di Aceh


Kasus ini sudah terang benderang, tidaklah sulit jika Polda Aceh menangkap pelakunya

Banda Aceh (ANTARA) – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Banda Aceh mendesak kepolisian menangkap pelaku dan menuntaskan kasus pembakaran rumah wartawan di Aceh Tenggara yang terjadi pada Juli 2019 lalu.

“Kasus ini sudah terang benderang, tidaklah sulit jika Polda Aceh menangkap pelakunya. Hanya perlu keseriusan dan kemauan saja membentuk tim gabungan menangkap pelaku,” kata Ketua AJI Banda Aceh Juli Amin, di Banda Aceh, Selasa.

Sebelumnya, rumah Asnawi Luwi, wartawan media cetak Harian Serambi Indonesia di Aceh Tenggara, di Desa Lawe Loning Aman, Kecamatan Lawe Sigalagala, Kabupaten Aceh Tenggara dibakar pada 30 Juli 2019. Korban mengalami kerugian mencapai Rp500 juta.

Menurut Juli Amin, terduga pelaku pembakaran rumah wartawan tersebut kini masih berkeliaran di Kabupaten Aceh Tenggara, sehingga membuat korban dan keluarganya waswas.

Juli Amin mengatakan hingga kini, AJI Banda Aceh masih menaruh harapan besar agar penyidikan kasus ini bisa segera selesai dan dilimpahkan ke pengadilan.

Dalam kasus ini, kata Juli Amin, Polres Aceh Tenggara telah memeriksa sejumlah saksi termasuk saksi korban, menggunakan jejak digital. Bahkan, ahli Laboratorium Forensik Mabes Polri Cabang Medan telah mengeluarkan penyebab terjadinya kebakaran akibat sengaja dibakar

Karena itu, Juli Amin mengharapkan Polda Aceh segera membentuk tim gabungan menangkap pelaku. Bila perlu, turunkan tim Bereskrim Mabes Polri untuk mengungkap aktor pembakaran rumah wartawan tersebut.

“Kasus pembakaran ini diduga direncanakan dan perlu ditangkap pelaku bersama aktornya. Ada indikasi pembakaran ini terkait dengan karya tulis jurnalistik,” kata Juli Amin.

Juli Amin mengatakan kasus pembakaran rumah wartawan tersebut juga harus menjadi perhatian Komisi III DPR RI, Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK), Komnas HAM, Ombudsman RI, serta Kompolnas.

Jababeka industrial Estate

Lambannya pengungkapan kasus ini, kata Juli Aceh, menjadi pertanyaan publik. Sebab, penegakan hukum belum memihak kepada rakyat kecil dan terkesan tajam ke bawah dan tumpul ke atas.

“Namun, kami tetap yakin dan percaya Polda Aceh di bawah kepemimpinan Irjen Pol Wahyu Widada dan Polri di bawah komando Jenderal Listyo Sigit Prabowo, hukum pasti ditegakkan dengan seadil-adilnya, sehingga tumbuh rasa kepercayaan masyarakat terhadap kepolisian,” kata Juli Amin.
Baca juga: Kebakaran rumah wartawan di Aceh Tenggara diselidiki
Baca juga: Polda Aceh usut kasus pembakaran rumah wartawan di Aceh Tenggara

Pewarta: M.Haris Setiady Agus
Editor: Budisantoso Budiman
Sumber : ANTARA

Komentar

mood_bad
  • Belum ada komentar.
  • Tambahkan komentar

    BACAAN TERKAIT