Senin, 5 November 2018

Bimanesh Sutarjo Akan Mendekam Dipenjara Lebih Lama, Ini Sebabnya


Finroll.com – Pengadilan Tinggi DKI Jakarta hari ini memperberat hukuman Dokter Bimanesh Sutarjo yang sebelumnya membantu perintangan penyidikan kasus korupsi, Setya Novanto menjadi empat tahun. Akibatnya Bimanesh Sutarjo akan mendekam dipenjara lebih lama dari vonis sebelumnya yang hanya tiga tahun.

Hukuman Bimanesh juga diperberat dengan denda Rp300 juta subsider kurungan 3 bulan. Ditambahnya hukuman bagi dokter ini terjadi setelah Pengadilan Tinggi DKI Jakarta mengabulkan permintaan banding jaksa penuntut umum KPK.

“Merubah putusan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada 16 Juli 2018 Nomor 17/Pid.Sus-TPK/2018/PN.Jkt.Pst yang dimintakan banding tersebut,” tegas Ketua Majelis Hakim, Ester Siregar, Senin (5/11).

Baca Lainnya: Tanah Setya Novanto Yang Disita Negara Untuk Pembangunan Kereta Api Cepat

Dalam putusan ini, majelis hakim dan jaksa KPK sependapat jika hukuman Bimanesh di pengadilan tingkat pertama terlalu ringan. Hakim menilai, perbuatan Bimanesh menyalahgunakan kewenangan sebagai dokter untuk menghalangi penyidik KPK memerika Setya Novanto.

“Sifat perbuatan tersebut sangat tercela, dan menodai citra, wibawa dunia kedokteran yang berperilaku jujur, menjunjung integritas, sehingga pidana penjara yang dijatuhkan dalam amar putusan ini memenuhi rasa keadilan masyarakat,” sambungnya.

Terjerat “Papa Novanto”

Sebelum ikut terseret dalam kasus Setya Novanto, Bimanesh Sutarjo masih berprofesi sebagai dokter biasa. Namun semua berubah ketika kuasa hukum Setya Novanto saat itu, Fredrich Yunadi meneleponnya dan meminta dirinya untuk merawat Setya Novanto setelah mengalami kecelakaan mobil.

Dari telepon itulah, jaksa menilai sudah ada persepsi pada rangkaian skenario Novanto untuk masuk rumah sakit dan menghindari pemeriksaan KPK. Bimanesh juga diduga merintangi penyidikan KPK dengan mengubah diagnosa Novanto ketika dibawa ke RS Medika Permata Hijau.
Bimanesh pun akhirnya dinyatakan bersalah karena melanggar Pasal 21 UU nomor 31 tahun 1999, sebagaimana diubah dengan UU nomor 20 tahun 2001 tentang tindak pemberantasan korupsi Jo Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.

Baca Lainnya: Viral Foto Setya Novanto di Rest Area Cipularang, Ini Penjelasan KPK

Jababeka industrial Estate

Sementara, mantan kuasa hukum Setya Novanto, Fredrich Yunadi juga masih menjalani masa tahanan setelah di vonis tujuh tahun penjara, dan membayar denda Rp500 juta subsider 5 bulan kurungan akibat ikut merekayasa kasus kecelakaan kliennya agar terhindar dari penyidikan KPK.

Source: Berbagai sumber

Komentar

mood_bad
  • Belum ada komentar.
  • Tambahkan komentar

    BACAAN TERKAIT