Jumat, 22 Maret 2019

Enam Hari Ditahan, Romahurmuziy Mengeluh Sakit Dan Sempat Dibawa Ke RS


Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) non-aktif, Romahurmuziy mengeluh sakit setelah ditahan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) selama enam hari pasca-operasi tangkap tangan (OTT).

Juru Bicara KPK Febri Diansyah menyebut bahwa, Romi sapaannya telah dibawa ke Rumah Sakit (RS) untuk menjalani pemeriksaan kesehatan oleh tim Dokter.

“Tadi RMY (Romahurmuziy) mengeluh sakit saat akan dibawa ke luar Rutan untuk proses pemeriksaan. Sekarang dokter sedang melakukan pengecekan,” kata Febri, Jakarta, Kamis (21/3/2019).

Seharusnya pada hari ini, Romi menjalani pemeriksaan sebagai tersangka oleh penyidik lembaga antirasuah. Oleh sebab itu, KPK belum memastikan, apakah tetap akan melakukan pemeriksaan terhadap Romi atau harus dilakukan penjadwalan ulang.

“Nanti dipastikan sama penyidiknya apakah hari ini akan dilanjutkan pemeriksaan atau jadwal kembali,” ujar Febri.

Baca Juga: Menag Lukman Hakim Berjanji Berikan Keterangan Usai Diperiksa KPK

Romi ditetapkan tersangka bersama dua orang lainnya yakni, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik, Muhammad Muafaq Wirahadi dan Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kemenag Provinsi Jawa Timur (Jatim), Haris Hasanuddin. ‎ Keduanya diduga sebagai pemberi suap terhadap Romi.

Dalam perkara ini, Muafaq Wirahadi dan Haris Hasanuddin diduga telah menyuap Romi untuk mengurus proses lolos seleksi jabatan di Kemenag. Adapun, Muhammad Muafaq mendaftar untuk posisi Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik. Sedangkan Haris, mendaftar sebagai Kakanwil Kemenag Provinsi Jatim.

Untuk memuluskan proses seleksi jabatan tersebut, ‎Muafaq dan Haris mendatangi kediaman Romi. Dan menyerahkan uang sebesar Rp250 juta pada 6 Februari 2019, sesuai dengan komitmen sebelumnya. Saat itu, KPK menduga telah terjadi pemberian suap tahap pertama.

BACAAN TERKAIT