Selasa, 12 Februari 2019

Jelang Pemilu 2019, Sejumlah Kabupaten di Papua Masih Rawan Konflik Bersenjata


Finroll.com – Jelang Pemilihan Umum (Pemilu) 2019, Kapolda Papua Irjen Pol Martuani Siregar mengatakan sebanyak 15 kabupaten di Provinsi Papua masih rawan konflik bersenjata.

“Ada 15 kabupaten, diantaranya Kabupaten Puncak, Puncak Jaya, Mimika, Intan Jaya, Nduga dan Jayawijaya,” ujarnya dalam sebuah seminar nasional di Universitas Cendrawasih, Jayapura, Selasa (12/2).

Ia melanjutkan di antara ke 15 kabupaten ada wilayah yang belum mempunyai polres. Di Kabupaten Nduga misalnya, hanya ada pos polisi yang baru-baru ini ditingkatkan jadi polsek berkekuatan 15 personel.

“Kami mengalami penolakan di Nduga karena trauma operasi Mapenduma pada 1996 lalu. Harapannya ini bisa di dengar Pak Gubernur Papua dan jajaran agar bisa membantu untuk penyediaan infrastruktur,” paparnya.

Baca Lainnya: Erick Thohir Prediksi Debat Capres Jilid 2 Bakal Seru, Ini Alasannya

Martuani juga menyebut saat ini masih ada kabupaten yang roda pemerintahannya dilakukan di luar daerah. Ini diakibatkan masih ada masalah internal di lingkungannya sendiri.

“Itu adalah Kabupaten Intan Jaya, ibu kota Sugapa tapi jalannya pemerintahan di Nabire,” paparnya.

Sementara terkait dengan pemilu, ia menyebut di Provinisi Papua ada 15 ribu TPS dengan 3 juta lebih DPT, yang tersebar di 15 ribu kampung/kelurahan, 500 distrik, dan 29 kabupaten/kota.

“Kami bersama TNI siap mengamankan jalannya pesta demokrasi ini. Tentunya dibutuhkan dukungan semua pihak,” lanjut Martuani.

Sumber: Antara

infimas Mulia

BACAAN TERKAIT