Sabtu, 20 Maret 2021

Kasus Asabri Berlanjut, Kejagung Seret Pemilik Pacific Place Tan Kian


Penyidik Kejaksaan Agung (Kejagung) tengah menyelidiki dugaan perbuatan melawan hukum dalam transaksi bisnis antara pemilik Mal Pasific Place Tan Kian dengan tersangka Benny Tjokrosaputro terkait kasus korupsi PT Asabri.

Hal tersebut diungkapkan oleh Ditektur Penyidikan Pidana Khusus, Febrie Adriansyah yang menyatakan bahwa pihaknya telah menemukan sejumlah alat bukti yang cukup adanya hubungan bisnis antara Tan Kian dengan tersangka Benny Tjokrosaputro.  

“Penyidik sudah menemukan fakta ada kerja sama bisnis antara mereka. Kami masih mendalami apa bisnis ini, apakah ada perbuatan melawan hukum atau tidak,” kata Febrie, Jumat (19/21)

Menurut Febrie, tim penyidik Kejagung kini tengah mendalami bisnis yang dilakukan antara keduanya. Jika ada perbuatan melawan hukum, kata Febrie, tim penyidik Kejagung bakal langsung menyeret Tan Kian dalam kasus korupsi PT Asabri.  

Febrie mengatakan bahwa pihaknya akan kembali memeriksa Tan Kian untuk mendalami bisnisnya dengan Benny Tjokrosaputro. Kendati demikian, Febrie tidak menjelaskan lebih jauh ihwal bisnis apa yang dilakukan antara Tan Kian dan Benny Tjokrosaputro.  

“Nanti Tan Kian akan kita panggil lagi untuk mendalami bisnisnya dengan tersangka Benny Tjokro,” katanya. Tan Kian sudah beberapa kali dipanggil penyidik Kejaksaan Agung (Kejagung). Penyidik menyatakan bahwa penyidik Kejagung menemukan adanya aliran dana dari tersangka Benny Tjokrosaputro kepada Tan Kian. 

Tim penyidik Kejagung mencurigai aliran dana itu terkait aksi pencucian uang tersangka dalam kasus korupsi PT Asabri. “Masih kita teliti dulu, itu masuk pencucian uang atau bukan,” katanya. 

Hubungan Tan Kian – Benny Tjokro Bukan Hanya di Asabri

Hubungan bisnis Benny dengan Tan Kian, bukan cuma dalam kasus Asabri. Benny, yang juga berstatus terpidana penjara seumur hidup dalam kasus serupa di PT Asuransi Jiwasraya, juga pernah melibatkan Tan Kian.

Tan Kian, pun pernah dihadirkan sebagai saksi di pengadilan tindak pidana korupsi dalam kasus Jiwasraya yang merugikan keuangan negara Rp 16,8 triliun itu. Beberapa aset bersama Benny, dan Tan Kian berupa puluhan unit apartemen dan komplek perumahan juga disita saat kasus Jiwasraya.

Tan Kian, juga pernah menjadi tersangka dalam kasus Asabri 2009. Kkasus tersebut terkait pengemplangan dana pensiunan tentara-kepolisian setotal 13 juta dolar AS. Namun status hukum Tan Kian tak berlanjut setelah Kejakgung menerbitkan Surat Pemberitahuan Penghentian Penyidikan (SP3).

Jampidsus Ali Mukartono mengatakan, tim penyidikannya terus mendalami keterlibatan Tan Kian dalam kasus Asabri. Ali menegaskan, ada perbuatan hukum yang dilakukan bos PT Duta Regency Karunia Metropolitan Kuningan Properti tersebut, dengan Benny dalam kasus yang merugikan keuangan negara Rp 23,7 triliun itu.

CIMB NIAGA

Akan tetapi, Ali mengatakan, penyidik belum dapat menetapkan Tan Kian sebagai tersangka, karena dalam perbuatan hukum dengan Benny itu, belum ada alat bukti untuk menentukan status hukum ke pemidanaan. “Perbuatan hukumnya, ada. Tetapi bukti melawan hukumnya, belum dapat. Masih didalami penyidik,” kata Ali.

Kata Ali, tim penyidikan akan tetap fokus dalam penyidikan, untuk mencari perbuatan melawan hukum dalam hubungan antara Benny dan Tan Kian terkait Asabri. Perbuatan melawan hukum dalam hubungan tersebut, kata Ali menerangkan, modal dasar bagi tim penyidikannya untuk menetapkan tersangka tambahan.

“Ada kerja sama antara Benny Tjokro, dengan Tan Kian. Apakah itu perbuatan melawan hukum atau tidak, ini yang sedang didalami,” terang Ali.   

Sumber : babenews I republika.co.id

Komentar

mood_bad
  • Belum ada komentar.
  • Tambahkan komentar

    BACAAN TERKAIT