Rabu, 29 September 2021

Pemkot Bogor minta satgas pelajar antisipasi potensi tawuran


Jangan sampai segelintir anak membuat suasana PTM terganggu.

Kota Bogor (ANTARA) – Pemerintah Kota Bogor, Jawa Barat, meminta satgas pelajar mengantisipasi potensi tawuran antarpelajar saat pelaksanaan uji coba pembelajaran tatap muka (PTM) serentak tingkat SMP dan SMA/SMK sederajat mulsi Senin (4/9).

Kepala Dinas Pendidikan Kota Bogor Hanafi, saat melakukan kunjungan simulasi PTM di SMPN 5 Kota Bogor, Rabu, mengatakan bahwa seluruh sekolah tingkat SMP hingga SMA/SMK sederajat perlu berkomitmen untuk mengaktifkan kembali pengawasan ekstra mengenai aktivitas pelajar di luar sekolah.

Dalam implementasinya, satgas pelajar yang telah didukung hingga tingkat musyawarah pimpinan kecamatan (muspika) yang terdiri atas camat, danramil dan kapolsek di enam kecamatan Kota Bogor diharapkan lebih cepat mengantisipasi potensi konflik antarpelajar selama Uji Coba PTM berlangsung.

Pantauan tempat berkumpul pelajar di luar jam sekolah bisa lebih mudah dijangkau dengan berkoordinasi bersama anggota satgas pelajar di tingkat kecamatan.

Hanafi berharap kegiatan pelajar di sekolah murni fokus pada pembelajaran tatap muka tanpa aktivitas yang lain agar peluang berkumpul dengan teman untuk membicarakan hal yang kurang penting seperti tawuran bisa terhindarkan.

Kadinas lantas menyebut sebanyak 44 SMP negeri dan swasta lolos verifikasi uji coba PTM dari 50 sekolah yang mendaftar.

​​​​​​Ia menekankan bahwa semua patuh pada aturan protokol kesehatan maupun pengawasan keamanan, baik di sekolah maupun di luar sekolah.

“Kalau berjalan baik, PTM berlanjut tanpa batas waktu,” ujarnya.

Sementara itu, Kapolresta Bogor Kombes Pol. Susatyo Purnomo Condro menegaskan bahwa satgas pelajar perlu ikut mengawal jalannya uji coba PTM pada sisi potensi aktivitas melenceng yang terjadi di kalangan pelajar.

CIMB NIAGA

Mengingat pentingnya pelajar kembali beradaptasi untuk beraktivitas di sekolah, lanjut dia, jangan sampai segelintir anak membuat suasana PTM terganggu.

“Begitu ada pelanggaran, apalagi menambah penyebaran COVID-19, pelajarnya, sekolahnya bisa kena sanksi ditutup kembali, tidak ikut uji coba PTM,” katanya.

Baca juga: Tawuran pelajar di Sukabumi kembali telan korban

Baca juga: Polisi tangkap kelompok begal dengan kedok aksi tawuran di Kalideres

Pewarta: Linna Susanti
Editor: D.Dj. Kliwantoro
Sumber : ANTARA

Komentar

mood_bad
  • Belum ada komentar.
  • Tambahkan komentar

    BACAAN TERKAIT