Jumat, 1 Maret 2019

Tok! Eni Saragih Divonis 6 Tahun Penjara Soal Kasus Korupsi PLTU Riau 1


Finroll.com – Mantan Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Eni Saragih divonis 6 tahun penjara berikut denda Rp200 juta subsider 2 bulan kurungan.

Majelis hakim menyatakan Eni secara sah dan meyakinkan menerima uang suap sebesar Rp4,75 miliar dari pengusaha Johanes Budisutrisno Kotjo.

“Menyatakan terdakwa Eni Maulani Saragih telah terbukti secara sah dan meyakinkan menurut hukum bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama,” ujar hakim ketua Yanto ketika membacakan amar putusannya, dalam sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jakarta Pusat, Jumat (1/3).

Eni dinyatakan bersalah karena melanggar Pasal 12 huruf a Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP juncto Pasal 64 ayat 1 KUHP.

Uang suap itu dimaksudkan supaya Eni membantu Kotjo mendapat proyek di PLN. Adapun proyek itu sedianya dipegang oleh PT Pembangkitan Jawa Bali Investasi (PJBI) dengan Blackgold Natural Resources Ltd (BNR), serta China Huadian Engineering Company Limited (CHEC Ltd).

Kotjo sendiri merupakan pemilik BNR yang mengajak perusahaan asal China (CHEC Ltd) untuk mengerjakannya.

Baca Lainnya: Johannes Kotjo Dituntut 4 Tahun Penjara Kasus Suap PLTU Riau-1

Hakim menjelaskan jika Kotjo juga meminta bantuan Setya Novanto yang ketika itu menjabat sebagai Ketua DPR sekaligus Ketum Partai Golkar untuk mendapat akses dengan PLN.

Singkat cerita, Setnov pun mempertemukan Kotjo dengan Eni selaku anggota DPR yang mengurusi bidang energi, riset, teknologi. Selanjutnya Eni pun mempertemukan Kotjo dengan Dirut PLN Sofyan Basir agar bisa mengerjakan proyek PLTU Riau 1.

“Setya Novanto menyampaikan kepada terdakwa agar mengawal Johanes Budisutrisno Kotjo dalam proyek PLTU. Untuk itu Johanes Budisutrisno Kotjo nantinya menjanjikan hadiah berupa uang kepada terdakwa,” lanjut Hakim.

CIMB NIAGA

Sumber: Detik

BACAAN TERKAIT