Senin, 7 Juni 2021

Dari Prabowo, Puan, Anies, Ganjar Hingga AHY, Utak Atik Capres 2024 Siapa Unggul?


Parameter Politik Indonesia mensimulasikan pertarungan calon presiden (Capres) Indonesia. Terdapat sejumlah skenario pertarungan pasangan calon.

Prabowo Subianto-Ganjar Pranowo disimulasikan menghadapi Anies Baswedan-Sandiaga Uno. Dimunculkan juga nama Ketua Umum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Politikus PDIP Puan Maharani.

Lantas bagaimana utak atik calon presiden (Capres) 2024 mendatang? Siapa lebih unggul?

Simak ulasan informasinya berikut ini.

5 Besar Capres dengan Elektabilitas Mentereng

Parameter Politik Indonesia melaksanakan survei elektabilitas partai politik pada 23-28 Mei 2021 lalu. Tiga besar nama yang paling kuat masih dipegang oleh Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, dan Gubernur Jakarta Anies Baswedan.

Dalam simulasi yang membawa 15 nama, elektabilitas Prabowo mencapai 18,3 persen. Mengekor ketat di belakangnya ada Ganjar Pranowo sebesar 16,5 persen dan Anies Baswedan sebesar 15,1 persen.

“Kalau simulasinya 15 nama capres maka Prabowo Subianto mendapatkan 18,3, disusul oleh Ganjar Pranowo 16,5, ada Anies Baswedan 15,1,” ujar Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia Adi Prayitno saat rilis survei secara daring, Sabtu (5/6).

Posisi berikutnya ada AHY di angka 7 persen, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil sebesar 6 persen, Menteri Sosial Tri Rismaharini 5,5 persen dan Menparekraf Sandiaga Uno 5,4 persen.

Kemudian muncul nama mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla sebesar 2,8 persen, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa 2 persen, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), dan mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo.

Jababeka industrial Estate

Sementara itu, putri mahkota PDIP dan Ketua DPR Puan Maharani hanya memiliki elektabilitas 1,7 persen. Diikuti Menteri BUMN Erick Thohir 1,3 persen, Menko Polhukam Mahfud MD 1,2 persen, serta Ustad Abdul Somad 1,1 persen. Responden yang masih ragu/tidak menjawab sebesar 12,3 persen.

Utak Atik Capres Cawapres

Parameter Politik Indonesia dalam surveinya juga membuat sejumlah skenario pertarungan calon pasangan. Skenario pertama, Prabowo-Ganjar disimulasikan menghadap Anies-Sandi.

Skenario kedua, Prabowo-Puan disimulasikan menghadap Anies-AHY. Hasilnya, Prabowo-Puan kalah dari pasangan Anies-AHY. Prabowo-Puan mendapatkan hasil suara 21,8 persen dan Anies-AHY memperoleh 35,9 persen. Di sisi lain, 42,3 persen responden ragu atau tidak menjawab.

“Kalau head to head Anies-AHY vs Prabowo-Puan maka unggul sementara pasangan Anies-AHY, Prabowo-Puan agak sedikit ketinggalan,” kata Adi.

Skenario ketiga, Puan-Anies disimulasikan menghadap Prabowo-Sandi seperti yang diusulkan oleh politikus PDIP Effendi Simbolon. Hasilnya, Puan-Anies kalah dari pasangan Prabowo-Sandi. Puan-Anies memperoleh suara sebanyak 25,1 persen dan Prabowo-Sandi memperoleh 37,7 persen.

“Duet Puan-Anies andai lawan Prabowo-Sandi angkanya lumayan sedikit bersaing, artinya ketika Puan disandingkan dengan Anies Baswedan elektabilitasnya bisa diperhitungkan 25,1 persen,” jelas Adi.

Tren Kenaikan & Penurunan Elektabilitas

Adi menduga telah terjadi penurunan tren elektabilitas. Lantaran isu belakangan yang cukup ramai terhadap Prabowo Subianto.

“Bulan Mei ini turun kecenderungannya. Mungkin karena isu-isu yang Belakangan cukup santer menghantam ketum Gerindra itu,” katanya.

Tokoh Lain Alami Peningkatan

Kemudian, tokoh lain yang mengalami peningkatan signifikan adalah Ganjar Pranowo. Selain itu juga ada nama Agus Harimurti Yudhoyono dan Sandiaga Uno.

Ganjar di posisi kedua dengan elektabilitas 16,5 persen naik dari 13,9 persen. AHY menjadi 7 persen naik dari 5,3 persen dan Sandiaga dari 4,1 persen menjadi 5,4 persen.

“Ada 3 tokoh yang mengalami peningkatan elektabilitas yang cukup signifikan selama rentang 3 bulan terakhir. Ganjar Pranowo naik 2,6%, Agus Harimurti Yudhoyono naik 1,7% dan Sandiaga Uno naik 1,3%,” jelas Adi.

merdeka.com

Komentar

mood_bad
  • Belum ada komentar.
  • Tambahkan komentar

    BACAAN TERKAIT