Jumat, 25 Juni 2021

Begini Gambaran Gentingnya Kasus Corona dan Jakarta Hingga Yogyakarta


Lonjakan kasus corona di Indonesia terjadi dalam beberapa minggu terakhir. Kenaikan pesat tersebut merupakan imbas libur lebaran dan melonggarnya penerapan protokol kesehatan.

Bahkan pada hari ini, Rabu (23/6), penambahan kasus corona di Indonesia merupakan yang tertinggi selama pandemi, yakni 15.308 pasien dalam sehari.

Pecahnya rekor kasus harian tercermin dari kondisi corona di beberapa daerah. Berikut daftarnya:

Kalimantan Barat

Penyebaran corona di Kalimantan Barat terus meningkat. Dikutip dari HiPontianak, Kepala Dinas Kesehatan Kalbar, Harisson, mengatakan terdapat 3 kabupaten/kota dengan Bed Occupancy Rate (BOR) ICU pasien COVID-19 yang masuk dalam kategori lampu merah.

Harisson mengatakan berdasarkan data Senin, 21 Juni 2021, BOR ICU pasien COVID-19 yang sudah merah berada di Kabupaten Sintang, Kota Singkawang, dan Kota Pontianak.

“Kalau kita lihat satu-satu, ada beberapa Kabupaten/Kota yang sebenarnya BORnya lampu merah, BOR ICU pasien COVID-19 itu ada 3 Kabupaten/Kota yang sudah lampu merah, yaitu Kabupaten Sintang BOR ICUnya 100 persen, Singkawang sudah 85,71 persen, Pontianak 85,71 persen,” jelas Harisson.

Sementara itu, BOR ruangan isolasi COVID-19 yang sudah masuk kategori lampu merah berada di Kota Singkawang,yakni 90 persen, jumlah tempat tidur sebanyak 70 dan sudah terisi 63.

“Rumah sakit harus menambah tempat tidur. Ini kalau sudah lampu merah, segera mengkonversi tempat tidur lain untuk dijadikan tempat tidur isolasi di rumah sakit Singkawang,” ucapnya.

DIY

CIMB NIAGA

Lonjakan penambahan kasus corona di DIY terus terjadi. Tercatat ada penambahan 694 pasien corona dalam sehari pada Rabu (23/6). Jumlah tersebut merupakan yang tertinggi selama pandemi di DIY.

“Penambahan kasus terkonfirmasi COVID-19 di DIY sebanyak 694 kasus. Sehingga total kasus terkonfirmasi menjadi 54.672 kasus,” ujar Kepala Bagian Humas Biro Humas dan Protokoler Pemda DIY, Ditya Nanaryo Aji.

Ditya menyebut penambahan 694 kasus berasal dari Kota Yogyakarta 96 kasus, Kabupaten Bantul 282 kasus, Kabupaten Kulon Progo 75 kasus, Kabupaten Gunungkidul 39 kasus, dan Kabupaten Sleman 202 kasus.

DKI Jakarta

Angka kematian kasus corona di Jakarta terus mengalami peningkatan. Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, mengatakan pada hari ini, Rabu (23/6), menjadi rekor tertinggi jumlah pasien COVID-19 yang dimakamkan.

“Hari ini rekor pemakaman selama wabah COVID-19 di DKI: 180 jenazah dikuburkan dengan prosedur COVID-19. Lahan baru di Rorotan ini ukurannya 3 Ha, khusus COVID,” tulis Anies dalam Instagramnya sembari membagikan foto kunjungannya ke TPU Rorotan.

Anies tidak ingin lahan luas yang disiapkan Pemprov tersebut terisi penuh. Sebab di setiap jenazah yang dikuburkan, ada keluarga yang bersedih.

Lonjakan pasien meninggal membuat Pemprov DKI Jakarta mulai mengangkut jenazah COVID-19 menggunakan truk. Sebab ambulans tak lagi sanggup mengangkut jenazah yang jumlahnya terus bertambah.

Kepala Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) DKI Jakarta, Edi Sumantri, mengatakan satu truk mampu mengangkut 8 jenazah.

“Hari ini akan diangkat karena ambulans tidak mungkin lagi, dengan truk. Dengan kapasitas satu truk 8 peti dan hanya satu tempat yang tersedia di Rorotan saja. Makanya ini akan bertambah lagi untuk biaya peti dan lain-lain,” ujar Edi.

“Sampai jam 6 sore sudah 146 yang meninggal. Gelombang satu tertinggi 75 orang, gelombang satu tahun lalu. Tahun ini baru jam 6 sudah 146 orang dan Dinas Pemakaman tidak sanggup nguburin, sudah capek semuanya,” lanjutnya.

Pati, Jateng

Ketersediaan oksigen di Kabupaten Pati menipis dalam satu pekan terakhir. Hal ini membuat Bupati Pati Haryanto waswas lantaran pasien COVID-19 di Kabupaten Pati meningkat cukup tajam dan butuh oksigen.

Haryanto pun meminta pemerintah pusat membantu pasokan oksigen. Sebab belakangan ini, pihak vendor yang bekerja sama dengan rumah sakit di Kabupaten Pati sering telat mengirimkan pasokan oksigen.

“Baru satu minggu ini kami waswas dengan pasokan O² atau oksigen. Mohon peran serta dari pemerintah pusat karena saya hampir satu minggu lebih ini saya diminta tolong untuk penanganan suplai oksigen karena agak ngadat agak terlambat,” ujar Haryanto.

Untuk mengatasi kelangkaan oksigen di Pati, Harhanto sudah melayangkan surat ke Kementerian Kesehatan (Kemenkes) agar pasokan oksigen di Kabupaten Pati tidak mengalami keterlambatan.

Ia juga meminta Kemenkes memberikan kesempatan kepada rumah sakit di Kabupaten Pati untuk bekerja sama dengan vendor lain. Bila pasokan oksigen mengalami keterlambatan, katanya, maka nyawa pasien menjadi taruhannya.

“Kalau ada rumah sakit yang bersama dengan vendor dan kebetulan vendor tidak bisa mencukupi, maka ya diberi kesempatan untuk bekerja sama dengan vendor lain. Karena ini sangat emergency,” tuturnya.

Kota Yogyakarta

Meningkatnya kasus corona di DIY membuat stok oksigen di Kota Yogyakarta menipis. Bahkan sejumlah agen oksigen di Kota Gudeg kehabisan stok.

Padahal mereka selama ini melayani pasien yang menjalani perawatan di rumah seperti jantung, asma, gagal ginjal, hingga corona.

Eko Harsono (72), agen oksigen dari Jaya Abadi Oksigen di Jalan Kusbini, mengatakan, stok sudah habis sejak Sabtu (19/6) lalu. Menurutnya, pabrik dan distributor kini mulai fokus memenuhi kebutuhan rumah sakit.

“Sejak hari Sabtu mulai kosong. Ada pemberitahuan. Dari distributor sekarang semua di-pull (ditarik) di rumah sakit sehingga tidak bagi ke eceran,” kata Eko.

Pihaknya tidak tahu kapan kiriman oksigen dari distributor akan datang.

“Kita kan agen. Sudah tidak ada kiriman. Tidak tahu sampai kapan. Jatahnya buat rumah sakit. Agen semua di DIY pasti kosong,” ujarnya.

Kota Bandung

Angka keterisian tempat tidur di rumah sakit atau bed occupancy rate (BOR) di Kota Bandung kembali meningkat dari yang semula ada di angka 91 persen menjadi di atas 93 persen.

“Di atas 93 (persen)” ujar Kepala Dinas Kesehatan Pemkot Bandung, Ahyani Raksanagara.
Sebagai tindak lanjut, Pemkot Bandung bakal mengupayakan agar rumah sakit menambah sekitar 30 persen kapasitas tempat tidurnya.

Selain itu, menurut Ahyani, penerapan PPKM Mikro di masyarakat harus diperketat. Masyarakat diminta tetap disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan.

Komentar

mood_bad
  • Belum ada komentar.
  • Tambahkan komentar

    BACAAN TERKAIT