Senin, 21 Januari 2019

Ribuan Pelaku Usaha Palu Masih Kehilangan Pekerjaan Pasca Tsunami


Finroll.com – Pasca gempa, tsunami dan likufaksi di Palu pada September 2018 lalu, Pemprov Sulawesi Tengah mencatat sedikitnya 1.000 pelaku usaha pada sektor industri pariwisata masih kehilangan pekerjaan.

Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sulteng, I Nyoman Sariadijaya menyebut para pelaku usaha tersebut mayoritas bergerak di bidang kuliner, di destinasi wisata sepanjang Teluk Palu.

Selain itu, pihaknya mencatat terdapat 11 hotel berbintang di Kota Palu mengalami rusak berat, sehingga 769 karyawan harus kehilangan pekerjaan.

“Saat ini pemerintah tengah mencari solusi bagaimana bisa memberdayakan mereka yang terdampak agar bisa kembali menjalankan usaha mereka,” jelasnya, Senin (21/1).

Ia menilai jika penanganan dan pemulihan pascabencana pada bidang pariwisata mesti dilakukan oleh stakeholder lintas sektor. Sehingga proses pemulihanya bisa lebih cepat.

Baca Lainnya: Relokasi Korban Tsunami Palu Dan Donggala Butuh Dana Rp15 Triliun

Nyoman mengatakan kerusakan sebesar 30 persen pada destinasi dan fasilitas pendukung industri pariwisata, tersebar di tiga wilayah yakni Kota Palu, Kabupaten Donggala dan Sigi.

Upaya yang terus dilakukan Pemprov setempat adalah perbaikan sarana destinasi pariwisata terdampak, dan mendukung pengembangan pemasaran pada objek wisata lain yang tidak terdampak bencana.

“Kami harap upaya ini secepatnya bisa memulihkan kondisi industri pariwisata di tiga daerah tersebut, karena sektor pariwisata merupakan salah satu penopang pertumbuhan ekonomi daerah,” imbuhnya.

Baca Lainnya: Video Detik-detik Tsunami Hantam Kota Palu

CIMB NIAGA

Walau masih belum pulih 100%, Nyoman optimistis pariwisata di Sulteng bisa bangkit seperti sedia kala. Terlebih masih ada objek wisata unggulan lain yang tidak terdampak bencana seperti TN Laut Kepulauan Togean, objek wisata budaya di Lembah Lore Kabupaten Poso.

Sumber: Antara

BACAAN TERKAIT