Kamis, 11 Juli 2019

Sampai Hari Ini Ratusan Pencari Suaka Masih Terlantar di Pedestian


Keterangan foto : Ilustrasi pengungsi pencari suaka

Finroll.com — Sampai dengan hari Ini ratusan para pencari suaka masih terlantar di pedestian. Dalam beberapa hari terakhir mereka tinggal di trotoar depan Menara Ravindo, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, gedung tempat kantor UNHCR berlokasi.

Sayangnya, rencana relokasi yang sedianya dilakukan Pemprov DKI pada Rabu (10/7) ke Jakarta Islamic Center (JIC) di Jakarta Utara, batal dilakukan.

Rencananya, ratusan pencari suaka tersebut akan diangkut ke Jakarta Islamic Center di Jakarta Utara. Kendati demikian, hingga Rabu malam, para pengungsi yang sudah mengemasi barang-barang mereka belum dipindahkan.

Pemprov DKI Jakarta mengakui, hal tersebut masih membutuhkan rekomendasi dari Kementerian Luar Negeri dan perwakilan Komisi Tinggi Pengungsi PBB (UNHCR) di Indonesia.

Surat ke Pemprov DKI untuk meminta lokasi penempatan. “Tapi, ini kan kami tidak tahu, ada aspek politiknya yang harus dikelola oleh kementerian luar negeri dengan instansi vertikal terkait lainnya. Jadi, kami sedang menunggu ini, menunggu dari Kementerian Luar Negeri sama UNHCR diskusinya seperti apa,” ujarnya.

Sementara Perwakilan dari Pemrov DKI Jakarta sedianya mendatangi kantor UNHCR untuk melakukan pertemuan tertutup, semalam. Kepala Bidang Perlindungan Sosial Dinas Sosial DKI Jakarta, Tarmijo damanik,

Demikian juga pihak Kemenlu dan UNHCR yang disebut mengikuti pertemuan tertutup itu. Pekan lalu, UNHCR dan Kemenlu sempat melansir bahwa para pengungsi akan direlokasi ke rumah-rumah tinggal yang dikelola Organisasi Migran Internasional (IOM) atau kembali ke Rudenim Kalideres.

Seperti dilihat hingga saat ini di trotoar Menara Ravindo, tampak para pencari suaka dari Afghanistan masih bertahan di pinggir jalan. Mereka mengandalkan tikar seadanya.

Barang-barang yang mereka miliki telah dimasukkan dalam sekumpulan plastik hitam besar, terpal, dan kardus. Anak-anak balita tampak bermain dengan mainan seadanya

CIMB NIAGA

Sementara itu, Masjid Raya Jakarta Islamic Center (JIC) Jakarta Utara sudah mempersiapkan dua ruangan untuk menampung ratusan pencari suaka dari berbagai negara di sepanjang Jalan Kebon Sirih.

Kepala Sekretariat Pusat Pengkajian dan Pengembangan Islam Jakarta, Ahmad Juhandi, mengatakan, pihaknya sudah mempersiapkan ruangan yang masing-masing berukuran 340 meter persegi dan 130 meter persegi.

“Kita kasih ruangan besar yang terpisah antara lelaki dan yang perempuan dan anak-anak, kemudian nanti ruangan itu diberi karpet alas dan diberi matras 50 dari Sudinsos Jakarta Utara,” kata Juhandi di Masjid Raya JIC Jakarta Utara, Rabu. Dia mengatakan, data tersebut adalah data terbaru yang diterimanya dari UNHCR.

Lokasi yang disediakan pengelola JIC tersebut juga menyediakan kamar mandi terpisah untuk laki-laki dan perempuan meski jumlahnya terbatas.

“Tapi, kalau terpaksa, bisa langsung ke masjid. Kalau di masjid, banyak itu kamar mandi dan toilet, yang sifatnya darurat bisa langsung ke sana,” tuturnya.

Juhandi mengatakan, ruangan tersebut cukup untuk menampung 229 pengungsi yang rencananya tiba di JIC hari ini.

Ia kemudian memerinci jumlah pengungsi ada 229 orang berasal dari Sudan sebanyak 52 orang (16 keluarga, 19 laki-laki lajang), Afghanistan 148 orang (25 keluarga, 16 laki-laki lajang), Somalia 27 orang (4 keluarga, 7 laki-laki lajang), dan Pakistan 2 orang (2 laki-laki lajang).

Ide pemindahan ke JIC ini sebelumnya disampaikan Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi. “Kalau memang malam ini mereka berkoordinasi dengan teman-teman 241 orang yang ada di bawah, nanti akan kita pindahkan, rencananya besok pagi, ke Islamic Center,” ujar Prasetyo di gedung DPRD DKI Jakarta.

Ia menyebut, sebanyak 241 orang pencari suaka akan dipindahkan pada Rabu pagi. Pemberian tempat ini, kata dia, sebagai bentuk kemanusiaan agar mereka tidak tinggal di trotoar di mana ada anak-anak yang sedang sakit dan membutuhkan makanan.(red)

BACAAN TERKAIT